Apr 01, 2020 19:47 Asia/Jakarta

Virus Corona (COVID-19) telah menyebar ke 200 negara dunia termasuk Republik Islam Iran, dan sekarang negara ini berada di urutan ketujuh dalam hal jumlah yang tertular virus tersebut.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran Kianoush Jahanpour pada Rabu siang, 1 April 2020, mengatakan, hingga sekarang 47.593 warga Iran terinfeksi Covid-19, dan 15.473 dari mereka sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit.

Dia menambahkan, sayangnya selama 24 jam lalu, 138 pasien yang terinfeksi Covid-19 di Iran meningal dunia, sehingga jumlah total yang meninggal dunia akibat virus ini hingga sekarang mencapai 3.036 orang.

Tingkat kematian pasien Covid-19 di Iran kian hari mengalami penurunan dan jumlah pasien yang sembuh meningkat.

Iran telah mulai menerapkan Karantina Kewilayahan dan Social Distancing di seluruh negeri untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Langkah-langkah lebih ketat telah diambil untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan memberlakukan beberapa aturan. Di antaranya; pertama, pemerintah memberlakukan Karantina Kewilayahan 14 hari yang dimulai dari Jumat dini hari, 27 Maret 2020, dan akan berakhir pada Rabu, 8 April 2020 atau diperpanjang jika diperlukan.

Kedua, melarang bepergian ke kota lain. Setiap warga harus berada di tempat tinggal masing-masing. Bagi yang masih dalam kondisi bepergian di kota lain agar secepatnya kembali, dan dalam perjalanan pulang tidak boleh mampir ke sebuah kota. Bagi mereka yang nekat bepergian ke kota lain, mobilnya akan disita selama satu bulan dan didenda 5.000.000 rial.

Ketiga, semua taman dan tempat wisata, pusat-pusat keramaian dan pertokoan besar (selain yang menjual kebutuhan dasar masyarakat) ditutup. Dan keempat, pemberlakuan Social Distancing.

Lebih dari 67 juta warga Iran juga telah menjalani program screening. Iran juga melakukan Case Finding untuk mengidentifikasi warga yang tertular virus Corona.

Militer Iran juga telah mendirikan rumah sakit darurat di area Pameran Internasional Tehran dengan kapasitas 2.000 ranjang pasien sebagai langkah persiapan untuk menghadapi penyebaran virus Corona.

Iran menghadapi penyebaran Covid-19 di tengah-tengah sanksi ketat Amerika Serikat. Organisasi-organisasi internasional dan sejumlah banyak pejabat dari negara-negara seperti Rusia, Turki, Pakistan dan Cina telah menuntut AS untuk mencabut sanksi sepihak dan ilegal terhadap Iran. Namun para pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump menolak untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Meskipun seruan internasional untuk mencabut sanksi sepihak AS terhadap Iran terus digaungkan oleh pejabat-pejabat dari negara-negara dunia, tetapi Washington bersikeras untuk melanjutkan pendekatan yang tidak manusiawi tersebut. Bahkan, Washington baru-baru ini kembali menjatuhkan sanksi terhadap Tehran.

Kementerian Keuangan AS hari Kamis, 26 Maret 2020 menjatuhkan sanksi baru terhadap individu dan institusi yang berafiliasi dengan Iran, termasuk Komite Rekonstruksi Makam Suci. Sanksi terbaru AS tersebut mencakup 15 orang dan lima institusi yang terkait dengan Iran. Washington berdalih langkah ini diambil sebagai bagian dari perang melawan terorisme.

Covid-19 ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Virus ini telah menyebar ke lebih dari 200 negara dunia.

Menurut data terbaru, setidaknya lebih dari 865.940 orang telah terinfeksi virus Corona di seluruh dunia.

Lebih dari 171.697 pasien virus ini berhasil sembuh dan lebih dari 43.013 lainnya meninggal dunia. (RA)

Tags

Komentar