Apr 04, 2020 12:20 Asia/Jakarta
  • Bendera Republik Islam Iran
    Bendera Republik Islam Iran

Iran Aktualita selama beberapa hari terakhir diwarnai berbagai isu di antaranya peringatan Hari Republik Islam.

Selain itu, tahun baru Iran dimulai dengan aksi permusuhan AS, retorika para pejabat AS soal virus Corona di Iran, Iran Meluncurkan Ventilator Buatan Dalam Negeri dan perawat, dokter dan rumah sakit di barisan terdepan melawan Corona.

Iran Merayakan Hari Republik Islam

Pekan lalu bertepatan dengan tanggal 12 Farvardin, hari Republik Islam.

Setelah kemenangan Revolusi Islam, atas saran Imam Khomeini, diselenggarakan referendum tentang pendirian Republik Islam Iran pada 10 dan 11 Farvardin 1358 Hs di seluruh negeri.

Referendum 12 Farvardin

Hasilnya diumumkan pada 12 Farvardin dan hari ini dinamai Hari Republik Islam dalam penanggalan hari-hari besar Iran.

Referendum diadakan pada saat Iran berada di bawah tekanan dari sistem arogan. Menurut banyak pakar dan pakar internasional, penyelenggaraan referendum adalah tanggapan yang tepat terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan. Gerakan hebat dan demokratis ini menunjukkan sifat kemandirian rakyat dan kemandirian Revolusi Islam.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa (31/03/2020), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan kepada para pejabat AS dengan menekankan pada strategi perlawanan dan resisteni aktif serta memperluas kapasitas pencegahan menjelaskan, "Revolusi Islam dan Republik Islam Iran hidup sebagai fakta nyata, kuat dan menginspirasi, dengan memproduksi wacana yang fokus pada keadilan, tuntutan kebenaran dan melawan arogansi yang telah mempengaruhi geografi manusia berhasil memarjinalkan front arogan, khususnya rezim diktator, teroris dan zionis Zmerika dari kancah perubahan strategis dunia dan juga memunculkan penurunan kekuatan lahiriah mereka."

Pernyataan itu kemudian menunjukkan persiapan komprehensif untuk melawan ancaman musuh di sektor perang lunak, semi-keras dan keras seraya menjelaskan, "Kesalahan sekecil apa pun dari musuh jahat dan petualang terhadap Republik Islam Iran pada titik mana pun adalah kesalahan terakhir dan jawaban tegas dan menghancurkan Front Revolusi Islam tidak terbayangkan dan bahkan mencerabut kesempatan dari mereka untuk menyatakan penyesalan.

Tahun Baru Iran dan Aksi Permusuhan AS

Tahun baru, dari hari-hari awalnya, dimulai, seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan tindakan bermusuhan dan ilegal oleh Amerika Serikat terhadap Iran dan tuduhannya.

Permusuhan dan kebencian pejabat AS selama 40 tahun terakhir terus saja berulang. Permusuhan ini tidak ada habisnya, karena itu adalah bagian dari sifat arogan Amerika.

Tahun Baru Nowruz dan Corona

Presiden AS mengklaim di Twitter pekan lalu, serta dalam wawancara dengan wartawan, tanpa memberikan bukti, "Menurut informasi dan investigasi, Iran bersama kelompok-kelompok afiliasinya merencanakan serangan mendadak terhadap pasukan atau fasilitas AS di Irak. Jika itu terjadi, Iran akan membayar mahal."

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Mayjen Mohammad Bagheri menanggapi pernyataan ini dengan menyinggung pergerakan militer Amerika Serikat di Irak dan Teluk Persia mengingatkan, "Republik Islam Iran dengan kewaspadaan penuh mengamati perbatasan darat, udara dan laut, dan mengawasi seluruh pergerakan yang ada. Bila Amerika Serikat bersikap tamak, melakukan tindakan atau memandang buruk terhadap keamanan Iran, pasti akan menghadapi reaksi paling kuat."

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran juga pada hari Kamis (02/04/2020) dalam pesan Twitter-nya menulis, "Tuan Trump jangan tertipu oleh mereka yang haus perang. Iran memiliki banyak sahabat dan tidak ada yang dapat memiliki jutaan "anasir proks".

"Bertentangan dengan Amerika Serikat yang berkata bohong, curang dan melakukan teror, Iran secara transparan melakukan aktivitasnya berdasarkan mempertahankan diri.

Brigadir Jenderal Amir Ahmad Reza Pourdastan, Kepala Pusat Studi Strategis Angkatan Bersenjata Iran terkait publikasi isu-isu yang berasal dari sumber-sumber AS-Zionis tentang gugur syahidnya sejumlah pejuang Front Muqawama mengatakan, "Ketika musuh tidak berbuat di lingkungan nyata, mereka akhirnya mengancalkan media sosial dan dengan menyebarkan desas-desus tentang mereka berusaha mengubah opini publik."

Kepala Pusat Studi Strategis Angkatan Darat menyebut penggunaan isu-isu dan berita bohong mengindikasikan keputusasaan dan ketidakberdayaan musuh. Ia mengatakan, "Musuh menggunakan isu dan kabar bohong menunjukkan betapa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran memiliki potensi, kemampuan dan kakuatan dan sejauh mana musuh merasa takut akan keberadaan mereka."

Mengacu pada laporan bahwa Amerika Serikat telah membawa sejumlah besar pasukan, termasuk pesawat pembom dan helikopter super ke Irak, Brigjen Amir Pourdastan menambahkan, "Sebuah studi tentang wilayah secara keseluruhan menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak dalam posisi untuk menciptakan front baru."

Iran Menjawab Retorika AS Soal Virus Corona di Iran

Retorika pejabat AS pekan lalu tidak terbatas pada masalah militer. Para pejabat AS juga membuat pernyataan penuh kebencian tentang virus Corona, yang memicu reaksi keras dari juru bicara kementerian luar negeri Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Sayid Abbas Mousavi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah AS tidak memiliki alasan untuk mengomentari tindakan Iran terhadap virus Corona.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Sayid Abbas Mousavi

Juru bicara kementerian luar negeri Iran mengatakan pemerintah AS telah menghabiskan setidaknya $ 9 triliun dalam beberapa tahun terakhir untuk mencampuri urusan internal Timur Tengah (Asia Barat) dan menciptakan ketidakamanan dan ketidakstabilan. Menurutnya, "Biaya besar ini mestinya digunakan untuk rakyat Amerika sehingga masyarakat internasional tidak akan menyaksikan teriakan perawat Amerika karena kurangnya fasilitas medis, staf medis yang menggunakan kantong sampah dan tangisan pasien di negara itu yang mengklaim kemakmuran dan hak asasi manusia."

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menulis dalam sebuah artikel berjudul "Fight the Virus, not Us" minggu lalu di surat kabar Kommersant, Moskow, "Rezim AS egois dan tidak mengerti situasi sensitif saat ini, kebijakan yang bermusuhan dan tekanan maksimum terhadap komunitas dunia ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kemanusiaan dan kehidupan manusia."

Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa komunitas internasional harus menyadari dan mengakhiri terorisme ekonomi, kesehatan dan obat-obatan AS, seraya mencatat, "Sikap komunitas internasional dalam menolak sanksi zalim dan ilegal AS terhadap Republik Islam dapat menjadi parameter bagi hati nurani yang sadar dan begitu juga komitmen negara-negara di seluruh dunia terhadap hak asasi manusia."

Iran Meluncurkan Ventilator Buatan Dalam Negeri

Meskipun tekanan dan sanksi AS semakin intensif, dengan upaya dan kreativitas serta pengetahuan dalam negeri, kabar baik telah dipublikasikan minggu lalu tentang keberhasilan baru di Iran untuk membantu pasien.

Di antara berita itu adalah peresmian ICU Ventilator dengan efisiensi menjaga kehidupan pasien, terutama orang dengan Corona di Iran, yang diberikan ke pusat-pusat medis.

ICU Ventilator, yang sejauh ini gagal diimpor ke Iran karena sanksi AS dan sanksi tidak manusiawi, telah dibuat sendiri oleh perusahaan berbasis pengetahuan di Iran setelah lima tahun penelitian.

Ventilator adalah alat yang membantu pasien bernafas sesuai dengan kondisi pasien atau melakukan operasi pernapasan sepenuhnya untuk pasien yang tidak dapat bernapas.

Pekan lalu juga dimulai produksi massal generasi kedua dari alat deteksi Corona yang dibuat oleh para pakar industri pertahanan diluncurkan dihadapan Brigjen Farhad Amiri, Kepala Direktorat Pendidikan dan Penelitian Kementerian Pertahanan, dan Brigjen Azizi Delshad, kepala Staf Penelitian dan Departemen Urusan Industri Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.

Perawat, Dokter dan Rumah Sakit di Barisan Terdepan Melawan Corona

Para perawat, dokter, dan rumah sakit berada di garis depan pembela sektor kesehatan dan bekerja tanpa pamrih dan penuh pengorbanan untuk menyelamatkan hidup masyarakat.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, menulis surat kepada Saeed Namaki, Menteri Kesehatan dan Pendidikan Medis Iran, pada hari Minggu, yang berisikan ucapan terima kasih atas usahanya di bersama jajaran kesehatan negara itu. Rahbar menilai proyek penyaringan untuk menghadapi virus Corona di Iran merupakan pekerjaan besar.

"Menggunakan pelayanan anggota Basij dan relawan masyarakat merupakan bantuan besar untuk membebaskan negara dari wabah ini," ungkap Rahbar.

Rakyat Iran telah berulang kali menunjukkan bahwa mereka dapat mengatasi rintangan dan kesulitan dengan upaya dan pengorbanan mereka dan dengan menggunakan kapasitas internal mereka, dan mereka pasti akan mengatasi tantangan penyakit Corona. Dalam hari-hari yang sensitif dan mengesankan ini, beberapa negara berada di jalur kemanusian dan memberikan kontribusi yang efektif untuk Iran, seperti halnya bangsa Iran tidak akan melupakan tindakan bermusuhan dari Amerika Serikat dan pengikut regionalnya, bantuan sahabat dalam kondisi sulit juga tidak akan dilupakan.

Tags

Komentar