Apr 07, 2020 20:45 Asia/Jakarta
  • Sanksi AS terhadap Iran
    Sanksi AS terhadap Iran

Presiden Iran, Hassan Rouhani kembali menegaskan urgensi pencabutan sanksi Washington terhadap Tehran yang sedang berjuang mengatasi penyebaran virus corona.

Masalah ini disampaikan Presiden Rouhani dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari Prancis Emmanuel Macron Senin malam. 

"Di luar dari fakta bahwa pemerintah AS telah melanggar hukum internasional dengan menjatuhkan sanksi ilegal terhadap Iran, AS dalam kondisi saat ini juga melanggar ketentuan kesehatan yang ditetapkan WHO di tahun 2005," ujar Presiden Iran.

Pembicaraan antara Rouhani dan Macron membahas nasib negara-negara dunia yang saat ini sedang disibukkan penanganan Covid-19. Presiden Iran menekankan urgensi kerjasama dan pertukaran pengalaman dalam memerangi Covid-19 di tingkat dunia, dan menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh sanksi AS terhadap Iran, terutama dalam mengakses obat-obatan dan peralatan medis.

Dalam percakapan telepon ini, Macron mengungkapkan peran penting dan konstruktif Iran dalam hubungan regional, dan menekankan kebutuhan untuk pengembangan kerjasama dan interaksi bilateral, regional dan internasional. Presiden Prancis menjelaskan perlunya menjaga perdamaian, stabilitas dan keamanan di Asia Barat. Ia juga memuji langkah-langkah yang diambil untuk memulai mekanisme keuangan INSTEX, dan menyatakan harapannya bahwa hal itu akan meningkatkan transaksi antara Iran dan Eropa, sehingga kerja sama keuangan kedua pihak menjadi semakin mudah dan erat.

 

 

Namun, langkah-langkah awal yang diambil untuk menjalankan mekanisme INSTEX masih jauh dari harapan. Sejauh ini, lebih dari 30 negara dan sejumlah organisasi internasional telah membantu Iran menangani virus corona, tetapi beberapa negara masih berusaha memanfaatkan penyebaran corona demi kepentingannya sendiri. Dengan menjatuhkan sanksi kepada Iran, Amerika Serikat telah menunjukkan kepada dunia seberapa jauh komitmen negara ini dalam menjalankan nilai-nilai kemanusiaan terhadap negara lain.

Sebelumnya Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dalam cuitannya di Twitter menulis, "Sabotase AS dan penentangannya terhadap pasokan barang-barang yang diperlukan untuk melawan virus corona adalah kejahatan nyata terhadap kemanusiaan,". 

Krisis akibat virus Corona telah mengubah persamaan sistem unipolar di dunia, dan Amerika Serikat sendiri kawalahan menghadapinya penyebaran Covid-19.

 

virus corona

 

Kini, semua negara sedang mengalami kondisi sulit, dan seharusnya saling bantu dan bekerjasama di tingkat dunia. Dalam konteks ini, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dalam percakapan via telpon dengan Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran menyerukan pertukaran pengalaman sukses di bidang ilmiah dan profesional antara Angkatan Bersenjata Turki dan Iran dalam perang melawan virus corona.

Di tengah tingginya jumlah kasus penderita Covid-19 di dunia, termasuk di Eropa, semua pihak harus bekerja sama dan bertukar pengalaman demi meredam penyebaran virus mematikan ini. Dari sisi ini, percakapan via telpon antara Presiden Iran dan Prancis memiliki kedudukan penting, lebih khusus mengenai komitmen Eropa di JCPOA dalam menyikapi sanksi unilateral AS terhadap  Iran. 

Selama ini pihak Eropa tidak bersedia menjalankan INSTEX, karena khawatir menjadi sasaran sanksi AS. Tapi dinamika global menujukkan arah lain. Ketika AS mencampakkan Eropa sebagai mitra dekatnya yang sedang kesulitan menghadapi Covid-19, lalu apa yang bisa diharapkan negara-negara Eropa dari Presiden AS semacam Trump yang tidak pernah menghormati perjanjian internasional manapun. Bahkan yang terbaru, AS membajak masker yang seharusnya dikirim ke salah satu negara Eropa.

Sejatinya, penanganan Covid sebagai pandemi global membutuhkan kerja sama antarnegara dunia. Sebab, gangguan penanganan di sebuah negara akan berpengaruh terhadap penanganan di tempat lain. Sanksi AS terhadap Iran selama ini telah mengurangi kemampuan Iran dalam mengatasi virus corona.(PH)

Tags

Komentar