Apr 07, 2020 19:43 Asia/Jakarta
  • Emmanuel Macron dan Hassan Rouhani
    Emmanuel Macron dan Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani, pada Senin (06/04/2020) malam dalam percakapan telepon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, menyambut inisiatif Sekretaris Jenderal PBB untuk menyatakan gencatan senjata dalam perang antarnegara selama penyebaran wabah coronavirus di dunia dan inisiatif ini juga hendaknya mencakup perang ekonomi melawan Iran.

Presiden Iran menyinggung bahwa memerangi penyakit ini bagi Iran dalam situasi sanksi lebih sulit ketimbang negara-negara lain. Menurut Rouhani, pemerintah Amerika Serikat sekalipun telah menginjak-injak peraturan internasional dengan menjatuhkan sanksi ilegal kepada Iran, tetapi langkah itu juga telah melanggar aturan kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia yang diadopsi tahun 2005.

Emmanuel Macron dan Hassan Rouhani

Isu-isu yang disoroti dalam dialog ini terkait dengan nasib semua negara. Perlunya kerja sama dan pertukaran pengalaman dalam memerangi penyakit Covid-19, dan tantangan yang ditimbulkan oleh sanksi AS terkait akses Iran terhadap obat-obatan dan peralatan medis untuk merawat pasien dan mencegah penyebarannya, adalah masalah yang perlu dianalisis secara internasional. Pandangan ini berlaku untuk masalah lain, termasuk keamanan di kawasan, yang ditekankan dalam dialog ini. Rouhani menyebut langkah AS baru-baru ini di Irak sebagai langkah berbahaya yang merugikan keamanan negara dan kawasan.

Dalam percakapan telepon ini, Emmanuel Macron, merujuk pada peran penting dan konstruktif Iran dalam hubungan regional, menekankan perlunya mengembangkan kerja sama bilateral, regional dan internasional antara Iran dan Perancis untuk mengembangkan perdamaian, stabilitas dan keamanan di kawasan. Mengacu pada minat Perancis dalam memperluas kerja sama di segala bidang dengan Iran, ia memuji positif langkah-langkah yang diambil untuk memulai mekanisme keuangan INSTEX dan menyatakan harapannya akan meningkatkan pertukaran Iran-Eropa dengan memanfaatkan INSTEX sehingga kerja sama keuangan Eropa dengan Iran dapat terbentuk lebih mudah.

Namun, langkah-langkah awal yang diambil untuk membangun mekanisme INSTEX masih jauh dari apa yang menjadi komitmen Eropa. Sejauh ini, lebih dari 30 negara dan sejumlah organisasi internasional telah membantu Iran menangani Corona, tetapi beberapa negara masih berusaha memanfaatkan penyebaran Corona. Dengan sanksi terhadap Iran, Amerika Serikat telah menunjukkan kepada dunia seberapa jauh nilai dan standar kemanusiaan. Seperti yang baru-baru ini ditulis Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional IRan di laman Twitternya, sabotase dan penolakan AS untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan untuk memerangi Corona adalah kejahatan nyata terhadap kemanusiaan.

Krisis Corona telah mengubah konstelasi sistem unipolar di dunia dan bahkan menantang Amerika Serikat yang sebelumnya tidak pernah membayangkan kondisi yang seperti ini. Sekarang, semua negara mengalami kondisi sulit, dan dalam situasi sensitif ini, semua negara saling membutuhkan bantuan dan kerja sama. Dalam konteks yang sama, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada hari Senin (05/04/2020) melakukan percakapan televpon dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri dan bertukar pengalaman sukses yang berhasil diraih di bidang sains, profesional dan eksekutif antara Angkatan Bersenjata Turki dan Iran untuk melawan virus Corona.

Sanksi Corona

Apa yang membuat urgensi masalah ini berkali lipat dalam situasi saat ini, perlunya sikap realistis dan pemahaman yang mendalam tentang masalah dan akibatnya adopsi metode dan pendekatan logis. Dari sudut pandang ini, dialog antara Presiden Iran dan Perancis patut diperhatikan. Harapan dan kritik Iran mencakup sejumlah fakta, dari kesalahan Eropa hingga komitmen JCPOA dan sikap diam dan pasif mereka menghadapi sanksi AS yang menindas dan masalah-masalah utama lainnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Sayid Abbas Mousavi mengatakan pada hari Senin (05/04/2020) bahwa Iran menginginkan semua negara yang merdeka dan beradab di dunia untuk tidak memperhatikan sanksi AS yang ilegal, menindas, tidak berprinsip dan tidak berdasar serta tidak menerapkannya untuk saling membantu menyelesaikan masalah ini.

Tags

Komentar