Apr 08, 2020 09:20 Asia/Jakarta
  • Sanksi AS terhadap Iran
    Sanksi AS terhadap Iran

Gelombang dukungan publik internasional dan negara-negara dunia terhadap pencabutan sanksi AS atas Iran terus mengalir deras.

Para pejabat senior internasional telah meminta Presiden AS Donald Trump segera mencabut sanksi terhadap Iran, sehingga Tehran dapat mengakses pasar global untuk memenuhi kebutuhan farmasi, kesehatan, dan pangannya. Terbaru, sekelompok mantan pejabat tinggi organisasi internasional dan kementerian AS menulis surat kepada Trump untuk mendesak pencabutan beberapa sanksi terhadap Iran yang saat ini sedang berjuang menangani Covid-19.

Surat ini dikirim kelompok 24 yang terdiri dari diplomat senior serta mantan pejabat pertahanan dan kesehatan dunia, termasuk empat mantan Sekretaris Jenderal NATO dan presiden Organisasi Kesehatan Dunia (WHO); dan Hans Blix, mantan direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional. Dari deretan mantan pejabat teras AS muncul nama Madeleine Albright yang pernah menjabat sebagai menlu AS di era Bill Clinton; mantan menhan AS, William Cohen dan Chuck Hagel; mantan menkeu AS, Paul O'Neill; dan William Burns, selaku diplomat senior AS yang terlibat aktif dalam perundingan nuklir dengan Iran, masuk dalam daftar panjang penandatangan surat tersebut.

 

Presiden AS, Donald Trump

 

Sejak menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menempuh kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran. Dia juga memberlakukan sanksi baru yang menghantam berbagai sektor perekonomian Iran. Meskipun pemerintah Republik Islam Iran berusaha meredam dampak sanksi terhadap kehidupan masyarakat negara itu dengan mengadopsi kebijakan yang beragam, tetapi dampak negatif sanksi menimbulkan pukulan besar. Di bidang peralatan medis dan farmasi, sanksi AS telah menimbulkan banyak tekanan, terutama terhadap pasien tertentu seperti penderita Epidermolisis bulosa (EB). Imbasnya, korban berjatuhan karena kurangnya akses Iran terhadap obat-obatan yang mereka butuhkan.

Meskipun demikian, para pejabat AS terus bersikeras melanjutkan tekanan maksimum terhadap Iran demi mencapai tujuan mereka. Hal ini ditegaskan Wakil Khusus Menlu AS Urusan Iran, Brian Hook yang mengatakan, "Kebijakan kami tentang tekanan maksimum terhadap rezim Iran akan terus berlanjut,".  

Penyebaran virus corona di Iran telah meningkatkan kebutuhan terhadap akses obat-obatan dan peralatan medis negara ini melebihi sebelumnya. Pada saat banyak negara di dunia bekerja sama untuk memerangi Covid-19, sanksi AS yang semakin masif telah menggandakan tekanan terhadap sektor medis Iran. Oleh karena itu, pejabat pejabat Iran termasuk Menlu Mohammad Javad Zarif secara resmi menyatakan bahwa sanksi AS menjadi hambatan utama dalam memerangi virus corona dan menyerukan pencabutan sanksi secepat mungkin.

Sementara itu, pejabat Washington membantah sanksi terhadap Iran mencakup sektor vital seperti pangan, medis maupun farmasi, dan bersikeras melanjutkannya. Padahal berbagai laporan menunjukkan bahwa pembatasan terhadap sistem perbankan Iran dan sanksi terhadap ekspor minyak negara ini telah melemahkan kemampuan Tehran untuk membiayai dan membeli kebutuhan medis dan farmasinya. Meskipun Iran berhasil memenuhi sebagian besar kebutuhan obat dan peralatan medisnya, tapi tidak semua obat bisa dipenuhi, terutama obat-obatan penyakit khusus. Lebih dari itu, sebagian bahan baku serta sejumlah peralatan medis yang berhasil diproduksi di Iran tetap harus didatangkan dari luar negeri.

Fakta getir ini menuntut upaya internasional yang berkelanjutan untuk mencabut sanksi AS terhadap Iran. Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB baru-baru ini, sejumlah negara melihat situasi saat ini sebagai momentum untuk membangun multilateralisme, dan mencegah tindakan unilateralisme Amerika Serikat. Mereka memandang terorisme ekonomi AS terhadap Iran bertentangan dengan Piagam PBB dan sejumlah resolusi Majelis Umum organisasi internasional ini.

Human Rights Watch juga menekankan bahwa sanksi sepihak AS terhadap Iran harus dikurangi dalam konteks penanganan Covid-19 saat ini, sehingga memungkinkan Tehran mengakses peralatan medis dan obat-obatan yang diperlukan.

Penyebaran virus corona ke seluruh penjuru dunia dipandanng oleh banyak pemimpin dunia sebagai ancaman terbesar sejak Perang Dunia II yang harus diatasi secara global. Tapi para pejabat Washington terus mengejar kebijakan sanksi terhadap Iran, karena kegagalannya memahami realitas dunia saat ini. (PH)

Komentar