Apr 09, 2020 19:17 Asia/Jakarta
  • Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam
    Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam

Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan, "Bangsa Iran benar-benar cemerlang dalam ujian berat Corona, tetapi puncak kebanggaan adalah milik pasukan medis."

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam hari Kamis (09/04/2020) pagi dalam pidatonya memperingati Nisyfu Syaban, hari kelahiran Imam Mahdi af menyebut partisipasi rakyat di seluruh Iran untuk membantu para pasien Corona dan warga tidak mampu, benar-benar indah dan luar biasa.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam

"Semua gerakan bernilai ini mengindikasikan budaya Islam yang mendalam dan merasuk dalam masyarakat," tegas Rahbar.

Dengan penyebaran wabah coronavirus di Iran, komunitas medis dan perawat telah berada di garis depan dalam perang melawan virus yang mematikan, dan berbagai kalangan masyarakat lainnya dengan bersandar pada budaya cinta sesama berpartisipasi dalam bidang ini.

Hari-hari Corona di Iran adalah hari-hari untuk menunjukkan puncak cinta manusia dan kasih sayang warga, yang tidak lupa untuk saling membantu dalam situasi yang paling sulit, dan berjuang melawan Corona siang dan malam dengan berbagai cara.

Pemuda, warga dan kelompok-kelompok jihad, Basij, Korps Garda Revolusi Islam dan tentara, bersama dengan staf medis, melakukan yang terbaik untuk mengalahkan virus Covid-19 sesegera mungkin dalam bayang-bayang budaya Iran-Islam.

Produksi massal masker dan desinfektan oleh warga biasa, pemuda Basij dan kelompok internasional di seluruh Iran dan distribusi gratis di antara warga, terutama warga tidak mampu, pendirian sanatorium dan rumah sakit oleh Angkatan Bersenjata Iran untuk mengobati penyakit Corona dan yang terpenting dukungan spiritual terhadap staf medis dan perawatan hanyalah satu contoh dari lautan pekerjaan kemanusiaan dari rakyat Iran di masa-masa sulit ini.

Membandingkan perilaku warga dan staf medis Iran dengan praktik-praktik yang berlaku di masyarakat Barat berdasarkan filosofi dan peradaban Barat semakin menunjukkan dampak mendalam dari peradaban Islam. Di Iran, semua orang berusaha melindungi kehidupan rakyat, tetapi dalam budaya dan filosofi Barat, perilaku beberapa orang dan tindakan beberapa staf medis tidak dapat dipertahankan.

Dalam hal ini, Ayatullah Khamenei mengutip contoh-contoh seperti penyitaan masker dan sarung tangan oleh beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat, antri untuk membeli senjata, tidak merawat pasien lanjut usia dan bunuh diri karena takut pada Corona, mengatakan, "Dalam kasus ini, budaya dan Peradaban Barat telah menunjukkan bahwa ini adalah konsekuensi alami dari filosofi peradaban Barat berdasarkan individualisme, materialisme, dan seringkali ateisme."

Beberapa perilaku rakyat dan pemerintah di Barat dewasa ini menunjukkan bahwa peradaban Barat kosong dari identitas perilaku cinta sesama dan praktik semacam ini bahkan telah memicu reaksi sebagian orang di Barat.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Andreas Geisel menjelaskan bahwa ada pengiriman yang berisi 200.000 masker yang rencananya akan dikirim dari Cina ke Jerman, tetapi disita di Bangkok. Geisel mengatakan, "Ini adalah pembajakan bergaya modern." Mendagri Jerman ini mengecam upaya AS untuk mencuri kiriman masker Jerman, seraya mengatakan kepada Amerika, "Bahkan dalam menghadapi krisis global, Anda tidak boleh menggunakan metode Wild West."

Menteri Dalam Negeri Jerman, Andreas Geisel

Ini hanyalah salah satu contoh perilaku dunia beradab Barat yang mengklaim kemajuan bagi manusia di semua bidang, tetapi dalam kata-kata Pemimpin Besar Revolusi Islam, ketidakadilan di dunia saat ini didorong oleh sains, dan sains maju melayani ketidakadilan dan perang.

Melihat dua masyarakat Islam dan Barat selama ujian Corona menunjukkan bahwa bangsa dan pemerintah Iran telah unggul dalam menampilkan perilaku manusiawi di semua bidang budaya, sosial, ekonomi, dan lainnya, dan bahwa kemajuan dalam peradaban Islam berarti promosi sejati keadilan dan spiritualitas.

Tags

Komentar