May 20, 2020 21:18 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Dinamika Iran selama beberapa hari terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pidato Rahbar di hari Quds Sedunia yang akan disiarkan langsung.

Isu lainnya tentang pertemuan virtual antara Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dengan para aktivis mahasiswa negara ini, peryataan Presiden Iran bahwa Quds akan bebas dari penjajahan, dan Iran sukses memangkas masa penyembuhan Covid-19 menjadi 6 hari.

 

Masjid Al-Aqsa

 

Pidato Rahbar di Hari Quds Sedunia akan Disiarkan Langsung

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei akan berbicara kepada umat Islam melalui saluran domestik dan internasional pada Jumat terakhir bulan suci Ramadhan bertepatan dengan Hari Quds Sedunia.

Wakil Kepala Dewan Koordinasi Dakwah Islam Iran, Nusratollah Lotfi hari Minggu (17/5/2020) mengatakan, "Untuk menjaga keberlanjutan hari penting ini, Ayatullah Khamenei akan menyampaikan pidato kepada umat Islam yang disiarkan secara langsung pada hari Jumat, pukul 12 siang waktu Tehran melalui jaringan domestik dan internasional,".

"Hari Quds Sedunia adalah momentum penting warisan Imam Khomeini yang menjadi simbol garis batas antara benar dan salah, sekaligus simbol dukungan terhadap Palestina yang tertindas," ujar Lotfi.

"Perjuangan menghadapi rezim Zionis akan terus berlanjut dengan perlawanan dan spiritualitas sampai tanah Palestina sepenuhnya berhasil dibebaskan," tegasnya.

Ia menekankan bahwa peringatan Hari Al-Quds Sedunia dan pembelaan terhadap rakyat Palestina yang tertindas sebagai kewajiban agama yang tidak dapat diganggu gugat.

Jumat terakhir bulan suci Ramadhan dinamai sebagai Hari Quds Sedunia atas prakarsa Imam Khomeini. Hari Quds Sedunia tahun ini jatuh pada 22 Mei 2020.

 

Rahbar

 

Rahbar: Pemerintah AS Dibenci Publik Dunia !

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut pemerintah AS saat ini dibenci oleh sebagian besar masyarakat dunia akibat sepak terjang buruknya.

Rahbar dalam pertemuan dengan  para aktivis mahasiswa Iran melalui konferensi video Minggu malam (17/5/2020) mengatakan, "Dewasa ini pemerintahan AS bukan hanya tidak menarik, bahkan menjadi bagian penting yang dibenci sebagian besar publik dunia,".

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebutkan pembakaran bendera AS di banyak negara dunia, bahkan di dalam Amerika Serikat sendiri sebagai salah satu contoh tingginya kebencian terhadap pemerintahan Gedung Putih.

"Mereka membenci pemerintah AS dan tidak mempercayainya," papar Rahbar.

Beliau menyebutkan sebagian penyebab kebencian masyarakat dunia terhadap pemerintah Amerika Serikat saat ini akibat kinerja buruk para pejabatnya, terutama presiden dan menteri luar negerinya yang tidak kredibel, banyak omong, irasional, dan ceroboh.

"Tentu saja pemicu kebencian terhadap AS bukan ini saja, tapi aksi pembunuhan, kejahatan, ketidakadilan, perannya membidani kelahiran terorisme, mendukung pemerintah otoriter dan despotik yang sudah tercoreng namanya, dukungan tanpa henti terhadap penindasan yang dilakukan rezim Zionis [terhadap Palestina], dan kinerja buruknya dalam penanganan virus corona," tegas Ayatullah Khamenei.

Mengenai dalih AS bercokol di berbagai negara seperti Irak dan Suriah, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengungkapkan bahwa orang Amerika sendiri secara eksplisit mengakui bahwa pengerahan pasukan di Suriah karena minyak.

Menurut Rahbar, pasukan AS tidak akan selamanya berada di Irak serta Suriah, karena mereka harus segera keluar dari kedua negara itu.

Situs Khamenei.ir melaporkan, Rahbar dalam pertemuan dengan perwakilan organisasi kemahasiwaan Iran juga menjelaskan berbagai persoalan nasional dan tanggapan para aktivis mahasiswa terhadap masalah tersebut dengan menekankan bahwa pemerintahan muda yang progresif dan religius sebagai solusi bagi berbagai masalah nasional Iran.

Ayatullah Khamenei dalam pidatonya menunjukkan komitmen Republik Islam dalam perlawanan menghadapi para penindas global saat ini. Meskipun demikian, tutur Rahbar, musuh senantiasa berusaha untuk merusak kepercayaan rakyat Iran terhadap pemerintah Islam, tapi upaya musuh tersebut gagal karena Allah menghendaki sebaliknya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam juga menyinggung masalah virus Corona, dan penanganannya di Iran yang cukup membanggakan jika dibandingkan dengan sebagian negara Barat.

Beliau menilai kerja keras akademis di bidang medis untuk mengidentifikasi dan menemukan obat maupun vaksin virus corona, bersama gerakan massal yang melibatkan seluruh elemen bangsa untuk menanganinya, juga peluncuran satelit, telah membuat bangsa Iran lebih kuat dan berdaulat dari sebelumnya.

Setiap tahun selama bulan suci Ramadhan, para aktivis mahasiswa Iran yang mewakili organisasinya masing-masing bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran. Tapi tahun ini pertemuan tersebut dilakukan melalui video konferensi yang mengikuti protokol kesehatan dari kementerian kesehatan Iran demi mengatasi penyebaran Covid-19.

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani

 

Rouhani: Quds akan Bebas dari Penjajahan

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan Quds tidak akan pernah dilupakan dan akan bebas dari cengkeraman penjajah.

Hassan Rouhani Rabu (20/05/2020) saat sidang kabinet menjelaskan bahwa tahun ini seruan ketertindasan rakyat Palestina akan sampai ke masyarakat dunia di hari Quds sedunia,

Ia juga mengingatkan, rakyat Iran tidak akan menerima kezaliman dan agresi terhadap rakyat Palestina serta cepat atau lambat kemenangan final milik rakyat Palestina melalui resistensi, muqawama dan tekad baja mereka.

Rouhani menjelaskan bahwa bangsa Palestina lebih dari 70 tahun terusir dari rumah dan tanah air mereka.

Presiden Iran mengatakan, kekuatan arogan dunia khususnya AS senantiasa mendukung penindas, rezim Zionis, rasisme dan apartheid serta melawan kaum tertindas, namun pada akhirnya kebenaran akan menang dari kebatilan.

 

kapal tanker Iran

 

Iran Peringatkan AS: Jangan Ganggu Kapal Tanker Kami !

Merespon ancaman sebagian pejabat Amerika Serikat untuk mencegah pengiriman bahan bakar oleh kapal tanker Iran ke Venezuela, Menteri Luar Negeri Iran menulis surat protes ke Sekjen PBB.

Fars News (17/5/2020) melaporkan, pergerakan kapal-kapal perang Amerika untuk mengganggu kapal tanker Iran yang bergerak ke Venezuela, memicu protes dari pemerintah Iran. Deputi Kemenlu Iran urusan politik Sayid Abbas Araqchi akhirnya memanggil Dubes Swiss di Tehran.

Mereaksi ancaman sejumlah pejabat Amerika untuk mengganggu kapal tanker Iran yang membawa bahan bakar ke Venezuela, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengirim surat protes kepada Sekjen PBB Antonio Guterres.

Dalam suratnya, Zarif memperingatkan pengiriman kapal-kapal perang Amerika ke Laut Karibia untuk mengganggu kapal tanker Iran, dan menyebut langkah itu sebagai intervensi, gangguan dan upaya menggagalkan pengiriman bahan bakar Iran ke Venezuela.

Menlu Iran kepada Sekjen PBB mengatakan, ancaman berbahaya, dan aksi provokatif Amerika ini adalah bentuk perompakan, dan mengancam perdamaian serta keamanan internasional.

Ia menegaskan, Amerika harus berhenti melakukan tindakan-tindakan arogan di level global, dan menghormati supremasi hukum internasional terutama kebebasan pelayaran di perairan bebas.

Zarif juga memperingatkan pemerintah Amerika, bahwa negara ini harus bertanggung jawab atas semua dampak langkah ilegal yang diambilnya, dan Iran berhak mengambil langkah darurat yang diperlukan jika terancam.

 

 

Iran Sukses Pangkas Masa Penyembuhan Covid-19 Jadi 6 Hari

Para ilmuwan sel punca Iran berhasil memangkas waktu penyembuhan pasien Covid-19 menjadi 6 hari.

IRIB (18/5/2020) melaporkan, proses memperpendek masa penyembuhan pasien Covid-19 menjadi 6 hari, dilakukan dengan memanfaatkan produk teknologi sel punca di sebuah perusahaan Iran, dalam waktu kurang dari tiga bulan, dan ini menjadi lompatan penting dalam penyembuhan pasien Virus Corona.

Sebelumnya penyembuhan pasien Covid-19 membutuhkan waktu antara 2-8 minggu.

Sampai hari Minggu (17/5/2020) jumlah orang yang tertular Covid-19 di Iran mencapai 120.198 orang, dari jumlah itu 6.988 orang meninggal dunia, dan 94.464 orang dinyatakan sembuh.(PH)

 

Tags

Komentar