May 23, 2020 13:16 Asia/Jakarta
  • Seruan Iran kepada PBB dalam Menghadapi Sanksi Ilegal AS

Ketua Dewan Medis Republik Islam Iran (IRIMC), Mohammadreza Zafarghandi dalam sepucuk surat kepada sekjen PBB, menyerukan perhatian khusus lembaga internasional itu atas permintaan komunitas medis Iran mengenai sanksi kejam Amerika Serikat.

Zafarghandi dalam surat yang dikirim kepada Sekjen PBB Antonio Guterres, menjelaskan sanksi AS telah membatasi akses Iran ke obat-obatan dan peralatan medis, sanksi ini bertentangan dengan Piagam Hak Asasi Manusia dan melanggar semua prinsip-prinsip moral.

Sebelum ini, Duta Besar Iran untuk Misi PBB di Jenewa, Esmaeil Baghaei Hamaneh dalam sebuah surat kepada Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom, menyebut pemerintah AS sebagai sekutu virus Corona untuk membunuh orang-orang.

Seruan komunitas medis Iran kepada para pejabat lembaga-lembaga internasional merupakan sebuah langkah untuk membela hak-hak semua negara dan mengingatkan sebuah fakta bahwa sanksi AS adalah ancaman terhadap kesehatan publik masyarakat dunia.

Jadi, penting bagi masyarakat dunia untuk mengetahui dampak-dampak buruk dari aksi kejahatan AS, karena ini berhubungan dengan nasib semua bangsa-bangsa.

Meskipun bangsa Iran menunjukkan perlawanan yang luar biasa terhadap tekanan dan sanksi kejam AS serta dalam melawan virus Corona, namun seperti yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bahwa untuk menyukseskan upaya global, kita harus percaya seluruh pelosok bumi ini adalah arena pertempuran dan jika kegagalan diderita oleh sebuah negara di pelosok manapun, maka seluruh dunia telah gagal.

Masyarakat internasional berhak khawatir atas dampak dari terorisme medis AS dan hambatan yang diciptakan oleh negara itu dalam perang melawan Covid-19.

Dalam hal ini, Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki mengatakan WHO harus mencegah gangguan, ancaman, dan diskriminasi terhadap keselamatan setiap individu yang diciptakan oleh para pengobar perang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Mousavi pada Jumat (22/5/2020) mengatakan pemerintah AS telah melanggar semua komitmen internasionalnya dalam 3,5 tahun terakhir dan merusak semua norma, aturan, dan hukum internasional.

Di tengah pandemi Covid-19, nyawa manusia di seluruh dunia sedang menghadapi sebuah ancaman serius dan jumlah orang yang terinfeksi virus ini telah melewati angka lima juta kasus.

Di sini, komunitas medis Iran berharap agar Perserikatan Bangsa-Bangsa melaksanakan tanggung jawab internasionalnya dan melawan kejahatan AS. (RM)

Tags

Komentar