May 28, 2020 19:58 Asia/Jakarta
  • George Floyd meninggal di tangan polisi kulit putih
    George Floyd meninggal di tangan polisi kulit putih

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran seraya mengisyaratkan pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi Amerika menekankan, pemerintah Washington menghargai rasisme.

Seorang perwira polisi Amerika hari Senin (25/05/2020) membunuh George Floyd, warga kulit hitam di kota Minneapolis di negara bagian Minnesota.

Sayid Abbas Mousavi Kamis (28/05/2020) di akun Twitternya menulis, pembunuhan sadis dan berdarah dingin terhadap George Floyd oleh seorang pria kulit putih yang memakai seragam polisi secara brutal menunjukkan rasisme terorganisir dan keunggulan kulit putih yang dihormati dan dipuji oleh para pemimpin Amerika saat ini.

Deplu Iran hari Rabu (27/05/2020) di akun Twitternya menulis, enam tahun pasca permohonan Eric Garner yang mengatakan "Saya tidak bisa bernafas", kali ini George Floyd, seorang warga kulit hitam lainnya meninggal dunia setelah ditangkap tanpa belas kasihan dan tak berperikemanusiaan.

Deplu Iran menjelaskan, sepertinya kekerasan polisi Amerika terhadap etnis kulit hitam tidak mengenal batas dan seperti biasanya, jawaban Amerika atas tuntutan dijalankannya keadilan malah mendorong kekerasan lebih besar.

Menurut laporan selama empat bulan pertama tahun 2020, lebih dari 200 warga Amerika meninggal akibat kekerasan polisi negara ini.

Biasanya pengadilan Amerika tidak menvonis bersalah polisi yang melakukan kejahatan terhadap etnis kulit hitam atau menjatuhkan hukuman berat kepada mereka. (MF)

 

Tags

Komentar