Jun 03, 2020 18:54 Asia/Jakarta
  • Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht-Ravanchi.
    Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht-Ravanchi.

Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht-Ravanchi mengatakan Amerika Serikat dengan melanjutkan dan mengintensifkan sanksi ilegal di tengah pandemi virus Corona, telah mendorong terorisme ekonomi dan terorisme medis ke ambang batas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dia menyampaikan hal itu dalam sebuah seminar untuk membahas dampak dari tindakan sepihak bagi upaya global melawan virus Corona di New York, Selasa (2/6/2020).

Seminar ini diprakarsai oleh Misi Tetap Iran, Rusia, Cina, Venezuela, Kuba, Suriah, Belarus, Nikaragua, dan Zimbabwe di PBB.

"Ketika dunia berjuang melawan pandemi Corona serta memperkuat kerja sama dan solidaritas dalam situasi kritis ini, AS justru memperluas dan mengintensifkan tindakan sepihak dan ilegal terhadap negara-negara yang sebagian besar terdampak oleh wabah ini," ujar Takht-Ravanchi.

"Adalah hak semua negara untuk memiliki akses ke obat-obatan, peralatan medis, dan kebutuhan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, tetapi tindakan sepihak Washington menciptakan hambatan serius untuk mewujudkannya," ungkapnya.

Berbicara mengenai langkah-langkah ilegal AS, Takht-Ravanchi menjelaskan, Washington membuat klaim tak berdasar bahwa sanksi tidak termasuk makanan, obat-obatan, dan peralatan medis, tetapi faktanya sanksi telah menghalangi akses sebuah negara ke sistem perdagangan dan perbankan global, mengekang seluruh kemampuannya untuk memperoleh obat-obatan, makanan, dan peralatan medis melalui sistem perbankan yang ada.

Dia menyeru masyarakat internasional untuk memperkuat solidaritas dan mengecam tindakan sepihak Amerika sehingga krisis ini dapat dikendalikan secara efektif. (RM)

Tags

Komentar