Jul 02, 2020 17:36 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani meresmikan empat proyek konstruksi industri air dan listrik pada hari Kamis, 2 Juli 2020 melalui konferensi video.

Proyek-proyek ini termasuk tahap pertama dari jalur kedua pasokan air ke Shiraz dari Dam Dorodzan, pasokan air ke kota Saadat Shahr, pabrik pengolahan air limbah Shiraz No. 2 dan pembangkit tenaga surya Lorestan 10 MW, yang nilainya diperkirakan mencapai 14 triliun rial Iran.

Presiden Iran mengucapkan terima kasih kepada semua pegawai, karyawan dan insinyur di Kementerian Energi dan sektor swasta atas terwujudnya proyek-proyek tersebut.

Rouhani mengatakan, hari ini 99% penduduk kota dan 82% penduduk desa bisa menggunakan air minum murni.

Dia menambahkan, dalam pemerintahan ke-11, bendungan reservoir dibuka setiap dua bulan, instalasi pengolahan air pedesaan setiap bulan dan instalasi pengolahan air perkotaan setiap 50 hari.

"Hari ini ada 242 pabrik pengolahan air limbah di Iran," ujarnya.

Presiden Iran menuturkan, salah satu impian saya adalah agar para pejabat menjanjikan  masyarakat dengan jadwal yang tepat dan teratur, karena berbicara dengan rencana yang tepat, memberi harapan kepada  mereka.

Menurut Rouhani, dari 53 bendungan di perbatasan barat, 24 bendungan telah dibuka di  masa pemerintahan ke-11.

Dia menjelaskan, pengembangan kawasan dan tanah di sebelah barat, terutama kota-kota yang berada di puncak serangan pada masa perang, dan sebagian ditempati oleh musuh, adalah salah satu prioritas pemerintah.

Presiden Iran lebih lanjut mengatakan, Bendungan Reservoir Sharaf Shah dibuka di dekat kota Soomar, yang diduduki selama perang, dan air bendungan ini akan bisa memajukan dan mengembangkan Soomar.

Rouhani juga menyinggung pentingnya lokasi geografis Soomar di perbatasan Iran dengan Irak.

Dia menerangkan, kota itu terletak di dekat kota Mandali di Irak dan merupakan rute terdekat ke Baqubah dan Baghdad utara, Samarra dan Irak Kurdistan, di mana ini bisa menjadi kota perbatasan penting untuk pertukaran barang dengan Irak. (RA)

Tags

Komentar