Jul 04, 2020 11:49 Asia/Jakarta
  • AS dan sanksi terhadap Iran
    AS dan sanksi terhadap Iran

Foreign Policy Jumat (3/7/2020) di analisanya seraya mengisyaratkan kegagalan pendekatan permusuhan AS terhadap Republik Islam Iran menjelaskan, Tehran tetap aman dihadapan represi Washington.

Seperti dilaporkan Fars News, Foreign Policy juga mengisyaratkan permintaan berulang Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk berunding dan meraih sebuah kesepakatan baru dan menulis, "Mungkin Trump melalui perundingan dengan Iran ingin memperkuat popularitasnya sebagai mediator paksa, tapi pendekatan represi maksimumnya telah menghapus peluang diplomasi antara Iran dan Amerika selama beberapa bulan mendatang."

Lebih lanjut media ini menuturkan, Iran menunjukkan bahwa negara ini tegar dihadapan represi Amerika.

Petinggi Amerika termasuk Donald Trump selama beberapa bulan terakhir mengklaim ingin berunding dengan Republik Islam Iran.

Trump dan petinggi pemerintahannya ketika senantiasa berbicara mengenai perundingan dengan Iran, Washington tahun lalu secara ilegal keluar dari JCPOA yang membutuhkan bertahun-tahun perundingan untuk meraih kesepakatan dan AS kembali menjatuhkan sanksi sepihaknya kepada Iran.

Amerika setelah keluar secara ilegal dari JCPA pada 8 Mei 2018 juga melancarkan kampanye besar-besaran untuk menerapkan represi terhadap Iran.

Langkah Trump ini menuai kecaman luas baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Republik Islam Iran sebagai salah satu anggota utama front muqawama, memainkan peran mendasar dalam melawan konspirasi dan aksi-aksi poros AS-Zionis dan Saudi di kawasan. (MF)

 

Tags

Komentar