Jul 06, 2020 11:51 Asia/Jakarta
  • Parlemen Iran
    Parlemen Iran

Parlemen Republik Islam Iran periode ke-11 menetapkan prioritas dan agenda kerjanya fokus pada isu ekonomi dan kekhawatiran kehidupan yang terus meningkat akibat inflasi dan pengangguran.

Sekaitan dengan ini Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif saat hadir di parlemen hari Ahad (5/7/2020) seraya menjelaskan diplomasi ekonomi, memaparkan kepada anggota parlemen sejumlah langkah lembaga diplomasi luar negeri melawan represi ekonomi serta langkah permusuhan Amerika terhadap Iran.

Menlu Iran menilai salah satu faktor kesulitan ekonomi adalah eskalasi represi politik dan keamanan Amerika terhadap Iran. Ia mengatakan, "Tujuan terpenting yang dikejar Amerika adalah memisahkan rakyat dari pemerintah serta mencitrakan kegagalan pemerintah dan melucuti legalitas pemerintah."

Menlu Mohammad Javad Zarif di parlemen

Mengingat salah satu pembuluh nadi ekonomi nasional adalah hubungan ekonomi dan interaksi di tingkat regional serta internasional, mayoritas pidato Zarif sekaitan dengan penjelasan diplomasi ekonomi. Dalam hal ini, bersamaan dengan kehadiran menlu Iran di sidang terbuka parlemen, rancangan pertanyaan yang akan diajukan kepada presiden seputar isu ekonomi, kenaikan valuta asing, properti dan JCPOA telah diberikan kepada presidium parlemen.

Di kondisi saat ini, mayoritas kesulitan hidup dan ekonomi masyarakat seputar dampak nilai mata uang nasional. Karena represi akibat kenaikan harga valuta asing yang mengarah ke sektor produksi telah mendorong kenaikan harga dan menurunnya daya beli masyarakat.

Masalah ini membutuhkan transparansi dan jawaban dari para pejabat. Dari sudut pandang ini, sensitifitas parlemen terkait isu-isu ekonomi dan hubungan luar negeri Iran di sektor perdagangan, finansial dan perbankan mengindikasikan dimulainya gerakan dalam koridor tanggung jawab dan tugas parlemen.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di pesannya bertepatan dengan hari pertama kerja parlemen periode ke-11 seraya menekankan bahwa ekonomu dan budaya menjadi prioritas negara merekomendasikan anggota parlemen fokus pada isu-isu seperti memperioritaskan kehidupan lapisan masyarakat tidak mampu, mereformasi jalur utama ekonomi seperti lapangan kerja, produksi dan inflasi, menjaga takwa dan keadilan dalam melaksanakan tugas pengawasan, mengambil sikap revolusioner di berbagai peristiwa penting serta berinteraksi penuh persahabatan dengan lembaga eksekutif dan yudikatif.

Seraya menekankan pentingnya gerakan bersama di jalur hukum, Rahbar mengisyaratkan kapasitas yang ada untuk menjamin implementasi hukum di Mahkamah Agung serta di parlemen sendiri seperti hak menyelidiki, hak menolak dan menerima direktur senior pemerintah serta hak mengingatkan, bertanya dan meminta penjelasan. "Jika hukum benar, tepat dan dapat dijalankan, serta jaminan implementasinya digunakan secara benar, maka negara akan mampu meraih tujuan mulianya," ungkap Rahbar.

Sejatinya reformasi jalur utama ekonomi nasional seperti lapangan kerja, produksi, nilai mata uang nasional serta inflasi merupakan isu utama dalam memandang tugas parlemen.

Mohsen Alizadeh, anggota komisi ekonomi parlemen ke-11 terkait mekanisme interaksi komisi ini dengan pemerintah mengatakan, "Dari sisi ekonomi, parlemen ke-11 tidak memiliki rencana mendikte pandangan ekonomi kepada pemerintah; Kita harus memberi kesempatan supaya di proses perundingan komisi teknis dan juga kmisi ekonomi sampai pada hasil yang tepat. Ruang yang kita cari dalam Komisi Ekonomi adalah ruang interaktif yang darinya hal terbaik dapat terjadi bagi perekonomian dan mata pencaharian masyarakat."

Di koridor ini, kerja sama dan pengajuan mekanisme yang memudahkan untuk menurunkan kesulitan hidup dan mendorong investasi ke sektor produksi, ketimbang gerakan likuiditas ke arah pembelian valuta asing dan emas merupakan mekanisme harus menjadi sebuah kinerja ketimbang sekedar janji para pejabat.

Oleh karena itu, di kondisi saat ini ketika represi maksimum sanksi Amerika menarget ekonomi dan kehidupan rakyat Iran dan masalah wabah Corona juga memberi dampak buruk bagi perekonomian, maka interaksi antara parlemen dan pemerintah sebuah keharusan bahkan jika disertai dengan proses tanya jawab terhadap pejabat di parlemen. (MF)

 

Tags

Komentar