Aug 06, 2020 13:56 Asia/Jakarta

Kepala Masyarakat Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran Karim Hemmati mengatakan, tahap pertama bantuan kemanusiaan Iran ke Lebanon siap dikirim, dan bantuan ini terdiri dari 95 ton bahan makanan, obat dan peralatan medis.

"Dalam fase pertama bantuan Iran ke Lebanon, lebih dari 95 ton bahan makanan, obat dan peralatan medis sedang dikirim, dan dengan mempertimbangkan masalah-masalah yang disebabkan oleh ledakan, kami akan mengevaluasi kebutuhan di Beirut dan mengirimkan bantuan kami selanjutnya," kata Hemmati kepada Iranpres, Rabu (5/8/2020).

Dia menambahkan, hari ini, lebih dari 15 ton bantuan medis meliputi 51 jenis obat dan peralatan medis, yang nilainya 150.000 dolar, sedang dikirim ke Beirut. Selain itu, lanjutnya, 15 ton bahan makanan juga sedang dikirim

"Dan Insya Allah, besok, kami akan mengirimkan 40 ton bahan makanan ke Lebanon" ujarnya.

Hemmati menjelaskan,  kami juga akan mengirim peralatan untuk mendirikan rumah sakit lapangan dan 13 staf medis ke Beirut.

"Semua langkah yang diambil dan bantuan di masa depan adalah untuk mengurangi penderitaan warga Lebanon," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Lebanon  mengumkan bahwa jumlah korban tewas akibat ledakan di Pelabuhan Beirut telah meningkat menjadi 135 orang, dan puluhan orang masih terjebak dalam reruntuhan.

Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hassan mengatakan, selain korban tewas 135 orang, lebih dari 5.000 orang terluka dalam ledakan di Beirut. 

Menteri Kesehatan Lebanon sebelumnya menyatakan bahwa jumlah orang yang hilang dalam ledakan di Beirut lebih tinggi dari jumlah korban tewas.

Menteri Ekonomi Lebanon, Raoul Nehme mengungkapkan ledakan di Beirut menyebabkan cadangan bahan makanan menipis. 

"Cadangan biji-bijian Lebanon akan bertahan kurang dari sebulan," ujar Nehme.

Dia mengaskan, kami saat ini mencari tempat untuk menyimpan biji-bijian, dan Lebanon membutuhkan cadangan yang cukup untuk setidaknya tiga bulan demi memastikan keamanan pangan.

Pada Selasa sore terjadi ledakan besar di gudang berisi amonium nitrat dekat pelabuhan di Beirut. (RA)

Tags

Komentar