Aug 10, 2020 19:12 Asia/Jakarta
  • Sayid Ebrahim Raeisi, Ketua Mahkamah Agung Iran
    Sayid Ebrahim Raeisi, Ketua Mahkamah Agung Iran

Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran menyatakan penyesalan atas insiden menyakitkan di Beirut seraya mengatakan, "Amerika Serikat, Zionis Israel dan sebagian negara-negara Eropa mengupayakan terjadinya fitnah di Lebanon."

Menurut laporan IRIB, Sayid Ebrahim Raeisi, Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran hari Senin (10/08/2020) menjelaskan bahwa Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan sejumlah negara-negara Eropa tidak akan pernah bisa mencapai tujuan mereka di Lebanon.

"Tidak ada konspirasi yang dapat melawan rakyat Lebanon," ujar Raeisi.

Ledakan pelabuhan Beirut

Menekankan perlunya persatuan dan keharmonisan Lebanon, Raeisi menyatakan bahwa Hizbullah saat ini adalah lembaran emas kehormatan, kebanggaan dan kekuatan Lebanon, dan bahwa musuh tidak dapat merusaknya.

Ketua Mahkamah Agung Iran mengatakan bahwa pelaku ledakan di pelabuhan Beirut dan mereka yang bertanggung jawab harus diselidiki secara memadai.

Raeisi juga menekankan bahwa semua harus bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat Lebanon, seraya mengatakan bahwa saat ini adalah tugas Islam dan kemanusiaan untuk membantu orang-orang Lebanon yang terkena dampak.

Sebuah ledakan besar terjadi di gudang terdekat yang berisi amonium nitrat setelah kebakaran besar di depot yang berisikan bahan-bahan yang mudah meledak di pelabuhan Beirut Selasa lalu.

Ledakan itu telah menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai sekitar 5.000 orang, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Tags

Komentar