Aug 12, 2020 16:18 Asia/Jakarta

Pelabuhan Beirut, Lebanon diguncang ledakan dahsyat pada Selasa sore, 4 Agustus 2020. Insiden ini menewaskan 158 orang dan melukai lebih dari 5.000 lainnya.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa 21 orang hilang di tengah reruntuhan akibat ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut.

Menurut Gubernur Beirut, ledakan di Beirut telah menyebabkan hampir 300.000 orang kehilangan tempat tinggal. Kejadian ini juga menimbulkan kerugian besar materi dan ekonomi Lebanon.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan belasungkawa kepada rakyat dan pemerintah Lebanon atas terjadinya ledakan di pelabuhan Beirut.

Pesan Ayatullah Khamenei yang dipublikasikan di akun Twitter situs khamenei.ir, berbunyi, "Kami bersimpati kepada warga Lebanon yang terkasih dan berdiri di samping mereka dalam tragedi menyakitkan ledakan di pelabuhan Beirut yang menewaskan dan melukai banyak orang, serta menyebabkan kerusakan parah".

"Kesabaran dalam menghadapi tragedi ini akan menjadi lembaran emas kehormatan Lebanon," tegas Rahbar dalam pesannya.

Sementera itu, Kepala Masyarakat Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran Karim Hemmati mengatakan, tahap pertama bantuan kemanusiaan Iran ke Lebanon siap dikirim, dan bantuan ini terdiri dari 95 ton bahan makanan, obat dan peralatan medis.

"Dalam fase pertama bantuan Iran ke Lebanon, lebih dari 95 ton bahan makanan, obat dan peralatan medis sedang dikirim, dan dengan mempertimbangkan masalah-masalah yang disebabkan oleh ledakan, kami akan mengevaluasi kebutuhan di Beirut dan mengirimkan bantuan kami selanjutnya," kata Hemmati kepada Iranpress, Rabu (5/8/2020).

Dia menambahkan, hari ini, lebih dari 15 ton bantuan medis meliputi 51 jenis obat dan peralatan medis, yang nilainya 150.000 dolar, sedang dikirim ke Beirut. Selain itu, lanjutnya, 15 ton bahan makanan juga sedang dikirim.

"Dan Insya Allah, besok, kami akan mengirimkan 40 ton bahan makanan ke Lebanon" ujarnya.

Hemmati menjelaskan,  kami juga akan mengirim peralatan untuk mendirikan rumah sakit lapangan dan 13 staf medis ke Beirut.

"Semua langkah yang diambil dan bantuan di masa depan adalah untuk mengurangi penderitaan warga Lebanon," pungkasnya. (RA)

Tags