Aug 12, 2020 17:57 Asia/Jakarta
  • Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Republik Islam Iran di PBB
    Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Republik Islam Iran di PBB

Wakil Tetap Iran di PBB menilai resolusi baru Amerika Serikat untuk mengembargo senjata Iran melanggar resolusi 2231 seraya mengatakan, "Sudah Pasti Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali menolak langkah ini."

Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Republik Islam Iran di PBB hari Selasa (11/08/2020) malam di laman Twitternya menulis, "Dengan penolakan dari anggota Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat sekali lagi dipaksa untuk menarik diri dari rancangan resolusi embargo senjata Iran, dan hari ini menyajikan versi lain yang sekali lagi melanggar Resolusi Dewan Keamanan 2231."

Memperhatikan bahwa draf baru memiliki sifat dan tujuan yang serupa dengan yang sebelumnya, Takht-e-Ravanchi menekankan, "Dewan Keamanan pasti akan menolak tindakan ini lagi."

Dewan Keamanan PBB

Amerika Serikat baru-baru ini mengajukan rancangan resolusi kepada Dewan Keamanan untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran, yang bertujuan untuk memusnahkan JCPOA, sebuah perjanjian internasional yang disetujui oleh Dewan Keamanan PBB.

Perwakilan AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengurangi resolusi 13 halaman yang diusulkan menjadi empat paragraf karena tidak efektifnya mengadakan berbagai pertemuan informal dengan anggota Dewan, termasuk Eropa dan anggota tidak tetap lainnya.

Washington telah meminta anggota Dewan Keamanan untuk memperpanjang pembatasan yang terdapat dalam Resolusi PBB 2231 hingga Dewan Keamanan memutuskan.

Anggota DK-PBB memiliki waktu hingga hari ini (Rabu, 12/08/2020) untuk mengungkapkan pandangan mereka, setelah itu proses pemungutan suara kemungkinan akan berlangsung pada hari Kamis atau Jumat.

Rusia dan Cina telah berulang kali menyatakan akan menentang resolusi AS.

Berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 2231, embargo senjata terhadap Iran akan dicabut pada 18 Oktober 2020.

Tags

Komentar