Aug 13, 2020 21:08 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran
    Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, "Resolusi yang diajukan oleh Amerika kepada Dewan Keamanan PBB adalah pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, dan semua negara, terutama pihak-pihak dalam JCPOA, harus menentangnya."

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Rabu (12/08/2020) malam, Hassan Rouhani menekankan bahwa tindakan AS selalu ditujukan untuk menghancurkan JCPOA dan Eropa tidak boleh terpengaruh oleh Amerika Serikat dan jatuh ke dalam perangkap negara ini.

Saat berakhirnya embargo senjata terhadap Iran yang ditetapkan dalam JCPOA semakin dekat, Amerika Serikat berusaha untuk melanjutkan embargo senjata terhadap Iran dengan cara apa pun yang memungkinkan.

Emmanuel Macron dan Hassan Rouhani

Menurut Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, embargo senjata terhadap Iran harus dicabut mulai 18 Oktober 2020, dan jika Amerika Serikat ingin melakukan tindakan yang bertentangan, beritu itu melanggar Resolusi DK bernomor 2231.

Dengan penarikan diri Amerika Serikat dari JCPOA, negara itu tidak lagi memiliki hak untuk menggunakan mekanisme JCPOA untuk melawan perjanjian ini dan untuk memajukan tujuan politiknya.

Amerika Serikat mempresentasikan rancangan resolusi kepada anggota Dewan Keamanan pada hari Selasa, tetapi tidak ada yang menyertainya, untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran setelah konsultasi berkelanjutan dengan berbagai negara, termasuk Eropa.

Amerika kemudian mengubah rancangan resolusi anti-Iran untuk memasukkan anggota Dewan Keamanan lainnya, tetapi masih ada penentangan terhadap rancangan tersebut.

Langkah AS merevisi draf resolusi anti-Iran menunjukkan kecilnya kemungkinan pemungutan suara pada resolusi tersebut, dan kemungkinan veto Rusia-Cina pada resolusi AS.

Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pada hari Rabu, 12 Agustus, tentang upaya AS untuk mengadakan pertemuan Dewan Keamanan yang bertujuan untuk memperpanjang embargo senjata Iran, "Amerika tahu bahwa resolusi mereka tidak akan dipilih, dan beberapa prediksi di New York mengatakan bahwa resolusi ini hanya akan mendapat satu atau dua suara."

Pihak Amerika mengatakan bahwa jika mereka tidak mencapai tujuannya di Dewan Keamanan, mereka akan mengaktifkan mekanisme penyelesaian sengketa di JCPOA, atau mekanisme pemicu, tetapi secara hukum Amerika Serikat tidak memiliki tempat untuk menggunakan metode ini.

Setelah penarikan dari JCPOA, Amerika Serikat tidak lagi menjadi pihak dalam perjanjian tersebut dan tidak dapat lagi menggunakan alat yang tersedia di JCPOA untuk memajukan kepentingannya sendiri. Desakan AS untuk menerapkan mekanisme pemicu berbahaya bagi multilateralisme, dan kerja sama negara JCPOA lainnya dengan AS akan menimbulkan konsekuensi berbahaya.

Mikhail Ulyanov, Wakil Rusia di organisasi-organisasi internasional yang berbasis di Wina

Dalam hal ini, Mikhail Ulyanov, Wakil Rusia di organisasi-organisasi internasional yang berbasis di Wina hari Rabu, 12 Agustus, mengatakan, "Tindakan dan upaya pemerintah AS untuk memperpanjang embargo senjata Iran dengan memanfaatkan mekanisme pemicu pada hakikatnya petualangan berbahaya di kancah internasional."

Pendekatan AS ke Iran dan ancaman untuk menggunakan mekanisme Dewan Keamanan adalah ejekan dari mekanisme multilateralisme, dan dalam keadaan seperti itu, tidak akan ada sumber yang dapat diandalkan untuk memastikan perdamaian dan keamanan dunia.

Tags

Komentar