Sep 08, 2020 17:13 Asia/Jakarta
  • Hujatulislam Ali Shirazi
    Hujatulislam Ali Shirazi

Wakil Wali Fakih di Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC mengatakan, kesepakatan Uni Emirat Arab dan rezim Zionis Israel adalah pintu masuk pasukan Zionis di kawasan, sehingga menjadikan mereka target serangan kubu perlawanan, dan langkah ini adalah upaya bodoh yang mendekatkan pasukan Israel kepada kematian.

Fars News (8/9/2020) melaporkan, Hujatulislam Ali Shirazi menuturkan, hari ini tidak perlu argumen filosofis untuk membuktikan kebodohan para petinggi Amerika Serikat dan Israel, Netanyahu mengatakan, perdamaian dengan UEA merupakan langkah penting bagi persiapan kesepakatan-kesepakatan dengan negara kawasan lain.
 
Ia menambahkan, surat kabar Israel, Jerusalem Post menulis, Netanyahu mengklaim negosiasi-negosiasi rahasia dengan negara-negara Arab sudah dilakukan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
 
Ali Shirazi menegaskan, semua kesepakatan ini adalah pintu bagi kehadiran pasukan Israel di kawasan, sehingga mereka masuk dalam target front perlawanan, dan ini adalah upaya bodoh karena mendekatkan pasukan Israel pada kematian yang pasti.
 
"Lebih bodoh dari itu, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menyebut kesepakatan UEA-Israel sebagai gerakan di jalan perdamaian. Pompeo mengatakan, putra-putra Ibrahim, Muslim, Kristen dan Yahudi, bergembira dengan visi damai ini. Padahal ia lupa putra-putra Ibrahim sedang menanti kehancuran Israel, untuk mengembalikan perdamaian ke kawasan dan dunia," pungkasnya. (HS) 

Tags