Sep 20, 2020 10:45 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran
    Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran

Menteri Luar Negeri Iran menjelaskan bahwa Iran tidak berada di bawah sanksi tetapi memiliki pembatasan pembelian senjata seraya menekankan, "Pembatasan senjata Iran akan berakhir pada akhir Oktober."

"Yang jelas adalah bahwa semua anggota Dewan Keamanan, kecuali Amerika Serikat dan satu negara lain, telah secara resmi mengumumkan tidak mengakui tindakan AS," ungkap Mohammad Javad Zarif dalam acara dialog khusus berita pada Sabtu (19/09/2020) malam tentang upaya sepihak AS untuk mengembalikan sanksi PBB. Demikian dilaporkan IRNA,

Zarif menyatakan bahwa istilah "mekanisme pemicu" dan "Snapback" yang digunakan oleh Amerika tidak disebutkan dalam Resolusi 2231. Menurutnya, "Dua kata ini yang merupakan tipuan media Amerika."

Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran

Zarif mengatakan mantan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton adalah satu-satunya orang yang telah membaca Resolusi 2231 dan mengingatkan, "Sebagaimana yang dikatakannya, pemulihan embargo senjata Iran adalah proses yang panjang, dan hal itu dapat melanggar hak veto anggota Dewan Keamanan."

Menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa 13 negara menentang pendekatan dan tindakan AS, seraya menambahkan bahwa satu negara yang memilih untuk membatasi sanksi juga diam tentang masalah tersebut dan bahkan tidak setuju dengan AS.

"Ancaman sanksi AS atas penjualan senjata ke Iran menunjukkan bahwa Washington tidak percaya dalam memulihkan pembatasan senjata Iran," ujar Zarif.

Seraya menyebut perilaku intimidasi di Amerika Serikat bukan hal yang baru, Zarif mengatakan, "Sejak pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat telah menjatuhkan 120 sanksi, yaitu menggunakan sanksi sebagai alat."

Zarif menggambarkan klaim Trump tentang perjanjian satu minggu dengan Iran hanya untuk konsumsi pemilu presiden dan menjelaskan, "Meja JCPOA selalu ada, tetapi tidak mudah untuk kembali ke sana. Jika pemerintah AS membayar kembali kerusakan yang telah dilakukannya terhadap Iran, ia dapat kembali ke meja perundingan."

Mekanisme pengembalian sanksi otomatis, yang dikenal sebagai "mekanisme pemicu" atau "snapback", berupaya menghidupkan kembali semua resolusi sanksi terhadap Tehran yang ditangguhkan antara Iran dan apa yang disebut kelompok 5 + 1 setelah terjadi kesepakatan JCPOA.

Upaya AS dilakukan setelah negara tersebut gagal mengeluarkan resolusi yang menyerukan diakhirinya embargo senjata terhadap Iran.

Resolusi itu yang divoting pada 15 Agustus, mendapat 11 suara abstain, 2 mendukung (AS dan Republik Dominika) dan 2 menentang (Rusia dan Cina).

Sebelumnya, Washington telah menyatakan bahwa jika gagal memperpanjang embargo senjata terhadap Iran, ia bermaksud untuk bertindak sesuai dengan interpretasinya terhadap Resolusi Dewan Keamanan 2231 dan kesepakatan nuklir JCPOA untuk mengembalikan sanksi internasional terhadap Iran.

Tags