Sep 30, 2020 23:40 Asia/Jakarta
  • Ali Bagheri Kani.
    Ali Bagheri Kani.

Sekjen Komisi HAM Mahkamah Agung Iran, mengatakan pemerintahan Barat dengan melanggar semua perjanjian internasional, telah menjatuhkan sanksi terhadap sektor obat-obatan dan makanan.

Ali Bagheri Kani menyampaikan hal itu di sela-sela kunjungannya ke Iran EB Patients Association di Tehran, Rabu (30/9/2020).

Epidermolisis Bulosa (EB) adalah jenis penyakit keturunan yang membuat kulit menjadi rapuh dan mudah melepuh. Penderita EB dikenal sebagai "anak-anak kupu-kupu" karena kulit mereka serapuh sayap kupu-kupu sehingga pasien EB perlu perawatan khusus, bahkan gesekan ringan atau benjolan menyebabkan lepuh parah pada kulit yang sangat menyakitkan.

“Pemerintah Eropa dengan kedok membela HAM, tidak segan-segan untuk melakukan kejahatan apapun dengan menyanksi sektor obat-obatan termasuk obat untuk pasien EB,” ungkap Bagheri Kani.

Menurutnya, dalam perang ekonomi, pemerintahan Eropa juga menargetkan anak-anak yang sakit dan tertindas. “Bangsa-bangsa merdeka tidak akan pernah berhenti memperjuangkan cita-citanya,” tegasnya.

Bagheri Kani menuturkan bahwa beberapa negara atas nama HAM telah memulai bisnis, dan musuh harus dipermalukan dengan mendokumentasikan dan menyajikan kejahatan ini kepada dunia.

Sebelumnya, Direktur Iran EB Patients Association, Hamid Reza Hashemi Golayegani mengatakan jumlah pasien EB di Iran mencapai 750 orang.

“Akses terhadap perban khusus untuk pasien EB telah ditutup setelah AS secara sepihak keluar dari perjanjian nuklir. Infeksi akibat luka lepuhan telah menyebabkan 15 pasien meninggal dunia,” ujarnya. (RM)

Tags

Komentar