Okt 02, 2020 00:38 Asia/Jakarta
  • PM Rezim Zionis dan Emir UEA
    PM Rezim Zionis dan Emir UEA

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) dan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel kembali melancarkan tuduhan klise terhadap Iran dalam sidang tahunan Majelis Umum PBB.

Sheikh Abdullah bin Zayed dan Benjamin Netanyahu melayangkan tudingan infaktual terhadap Tehran demi mempengaruhi opini publik dunia mengenai Iran.

Menlu UEA mengklaim kepemilikan tiga pulau Bumousa, Tunb kecil dan Tunb besar, yang merupakan bagian dari teritorial Iran berdasarkan dokumen internasional.

Pengulangan klaim tak berdasar Menteri Luar Negeri UEA ini tidak akan mempengaruhi kedaulatan Republik Islam Iran atas ketiga pulau tersebut dan tidak bernilai hukum sama sekali.

UEA selalu berusaha mempengaruhi opini publik dunia dengan membuat klaim anti-Iran yang menjadikan sepak terjang negara Arab ini sebagai bagian dari pemicu krisis di kawasan Asia Barat.

Menyikapi klaim tersebut, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada Rabu mengkritik perilaku destruktif UEA di Asia Barat dan perannya dalam eskalasi konflik di kawasan. Khatibzadeh menegaskan, UEA terlibat dalam pembunuhan orang-orang tertindas di Yaman, dan  kini telah mengkhianati hak dan aspirasi rakyat Palestina melalui normalisasi hubungannya dengan rezim Zionis.

 

Klaim berulang Menlu UEA terhadap Iran bertujuan untuk mengalihkan opini publik regional dari perilaku destruktif Abu Dhabi terhadap negara lain, terutama Yaman.

Bersamaan dengan langkah destruktif UEA terhadap Iran, rezim Zionis yang menjadi sumber masalah di Asia Barat melancarkan tudingan baru terhadap Tehran di forum PBB.

Perdana menteri rezim Zionis menuding Iran berambisi memproduksi senjata nuklir, padahal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah berulangkali menekankan status sipil aktivitas nuklir Iran.

Netanyahu berupaya menggambarkan Iran sebagai ancaman bagi kawasan dan dunia dengan membuat tuduhan tak berdasar. Ironisnya, Israel sendiri memiliki ratusan hulu ledak nuklir dan tidak pernah bersedia menandatangani traktat internasional untuk pengawasannya, yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan dunia.

Sejatinya, Israel sebagai sumber utama krisis, dan UEA menjadi bagian dari proses pembuatan krisis baru di kawasan Asia Barat.(PH)

Tags

Komentar