Okt 06, 2020 16:32 Asia/Jakarta
  • Pemilik toko di Iran memasang plastik transparan agar tidak tertular COVID-19.
    Pemilik toko di Iran memasang plastik transparan agar tidak tertular COVID-19.

Penyebaran Virus Corona, COVID-19 di Republik Islam Iran telah memasuki gelombang ketiga. Jumlah korban meninggal dunia akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini terus meningkat.

Selain menimbulkan korban jiwa, pandemi COVID-19 juga berdampak buruk terhadap ekonomi masyarakat di banyak negara dunia termasuk di Republik Islam Iran. Banyak masyarakat yang menderita akibat terdampak penyebaran virus ini.

Untuk mengkompensasi pendapatan yang menurun, para pemilik toko akhirnya tetap membuka dagangannya meski penyebaran virus ini terus meluas. Namun mereka tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah diberlakukan seperti menjaga jarak, memakai masker dan aturan lainnya.

Para pemilik toko memasang tirai plastik tebal transparan untuk membatasi antara dirinya dan pembeli sehingga bisa mencegah penularan Virus Corona.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran Sima Sadat Lari  pada Senin (5/10/2020) mengatakan, selama 24 jam lalu ditemukan 3.902 kasus positif baru COVID-19 di Iran dan dari jumlah tersebut, 1.953 menjalani rawat inap di rumah sakit dan sisanya rawat jalan dan karantina mandiri.

Dia menambahkan, total kasus positif Virus Corona di Iran mencapai 475.674 orang, dan sangat disayangkan selama 24 jam lalu tercatat 235 kasus kematian akibat pandemi ini sehingga total angka kematian di Iran akibat COVID-19 telah mencapai 27.192 orang.

Menurut Sima, sampai saat ini sebanyak 392.293 orang dinyatakan sembuh dan telah diijinkan meninggalkan rumah sakit.

Virus Corona telah menyebar ke berbagai negara dunia. Hingga hari ini, Senin (5/10/2020), 35.473.437 orang terinfeksi COVID-19, di mana 26.681.604 dari mereka sembuh dan 1.043.002 meninggal dunia. (RA)

 

Tags

Komentar