Okt 19, 2020 13:19 Asia/Jakarta
  • Brigjen Amir Hatami.
    Brigjen Amir Hatami.

Menteri Pertahanan Iran mencatat bahwa tekanan dan sanksi yang dijatuhkan oleh AS selama bertahun-tahun, telah mendorong kemajuan Iran di bidang pertahanan.

"Saat ini Republik Islam memproduksi dan memasok 90 persen dari kebutuhan pertahanannya di dalam negeri," kata Brigjen Amir Hatami dalam wawancara televisi pada Ahad (18/10/2020) malam seperti dikutip IRNA.

Mengacu pada berakhirnya embargo senjata Iran secara otomatis, Brigjen Hatami mengatakan, "Sangat sulit bagi AS untuk mencapai kemampuan seperti itu. Selama ini mereka dengan dusta berkata kepada dunia bahwa sebuah negara tidak dapat melakukan apapun tanpa dukungan AS."

Menurutnya, musuh-musuh Iran menaruh perhatian besar pada masalah pencabutan embargo senjata ini.

"Musuh khususnya AS, telah berusaha selama setahun terakhir agar embargo ini tidak dicabut atau diberlakukan sebuah pembatasan baru, dan mereka mempertaruhkan harga dirinya untuk masalah ini, tetapi harga diri mereka hancur dan apa yang terjadi pada AS di Dewan Keamanan, belum pernah terjadi pada negara lain," ungkapnya.

Salah satu jenis rudal Iran.

Mengenai statemen Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa tidak ada negara yang berhak untuk berbisnis senjata dengan Iran, Brigjen Hatami menegaskan, "Pembicaraan sudah dilakukan dengan beberapa negara dan kondisi untuk penjualan dan pemasokan beberapa kebutuhan sepenuhnya sudah tercipta."

Dia mencatat bahwa serangkaian kekalahan AS menjadi sempurna dengan apa yang terjadi di Dewan Keamanan PBB.

"AS mengalami banyak kekalahan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di era pemerintahan sekarang, di mana telah menimbulkan ketidakpercayaan global terhadap para pemimpin AS dan menciptakan rasa malu yang luar biasa di Dewan Keamanan," jelas menhan Iran.

Brigjen Hatami menegaskan kembali kemampuan rudal Iran secara mandiri dan menambahkan, salah satu hal yang bahkan diakui oleh musuh adalah bahwa Iran sekarang telah menjadi sebuah kekuatan rudal yang dapat diandalkan di dunia.

Meski demikian, lanjutnya, Iran memegang komitmen untuk tidak menyalahgunakan senjata terhadap pihak lain.

"Beberapa negara melakukan segalanya demi uang, misalnya, mereka mendapat izin dari Dewan Keamanan dan membiarkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab membunuh orang-orang Yaman yang tidak bersalah demi menjual senjatanya," jelas Brigjen Hatami.

Dia menuturkan bahwa tanpa berlebihan, Iran adalah salah satu dari enam kekuatan utama drone di dunia. Peralatan Iran memiliki kualitas dan harga yang sangat baik. (RM)

Tags

Komentar