Okt 19, 2020 20:57 Asia/Jakarta
  • Menhan Amir Hatami
    Menhan Amir Hatami

Menteri Pertahanan Republik Islam Iran menekankan kesiapan negara ini untuk menandatangani kesepakatan militer dan keamanan dengan negara-negara kawasan Teluk Persia.

Brigjen. Amir Hatami saat diwawancarai televisi Aljazeera yang disiarkan Senin (19/10/2020) seraya menjelaskan bahwa kesepakatan dengan Rusia dan Cina diambil setelah pencabutan embargo senjata menambahkan, Iran berhasil meraih kesepakatan penting dengan Rusia di bidang perluasan dan pengembangan sistem udara.

"Pencabutan embargo senjata Iran sebuah peluang untuk pembelian senjata yang dibutuhkan dan menjualnya ke negara lain,"  ungkap Amir Hatami.

Menteri pertahanan Iran di wawancara tersebut juga menekankan pentingnya mencegah dimulainya perlombaan senjata yang akan mengubah kawasan menjadi bubuk mesiu.

Lebih lanjut Hatami mengisyaratkan transformasi Nagorno-Karabakh dan mengatakan, Iran telah memberi peringatan yang jelas kepada Republik Azerbaijan dan Armenia terkait keamanan kawasan perbatasan.

Menteri pertahanan Iran seraya menepis tudingan terkait pemanfaatan perbatasan Iran oleh Rusia untuk mengirim senjata ke Armenia menambahkan, Iran berharap Turki sebagai negara penting kawasan dan sahabat, membantu solusi diplomatik terkait krisis Karabakh.

Hatami juga menjelaskan bahwa normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel mengancam langsung keamanan Teluk Persia menekankan, segala bentuk ancaman oleh Israel di kawasan Teluk akan mendapat jawaban tegas dan langsung.

"Republik Islam Iran tidak akan berunding dengan pemerintah AS terkait sistem rudalnya dan siapa pun tidak berhak meminta masalah ini dari Tehran," papar menteri pertahanan Iran. (MF)

 

Tags

Komentar