Okt 21, 2020 11:14 Asia/Jakarta
  • Mohammad Jawad Zarif.
    Mohammad Jawad Zarif.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengkritik Amerika Serikat sebagai eksportir terbesar senjata ke wilayah Teluk Persia.

"Siapa pun mungkin bisa membeli persenjataan yang paling canggih, tetapi kenyataannya keamanan dan stabilitas tidak pernah bisa dibeli," kata Zarif dalam pertemuan virtual Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi di Teluk Persia, Selasa (20/10/2020).

Dia menambahkan bahwa Iran telah memperkenalkan proposal Perdamaian Hormuz yang bertumpu pada tanggung jawab setiap negara di kawasan untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di lingkungan kita.

"Langkah-langkah keliru seperti membeli keamanan dari pihak lain, menciptakan keamanan dengan mengorbankan keamanan tetangga, dan menancapkan hegemoni di kawasan, telah membawa dampak-dampak buruk," jelas Zarif.

"Kehadiran ilegal AS dengan jarak 7.600 mil dari pantainya di wilayah Teluk Persia telah berujung pada pembunuhan pengecut Presiden Trump terhadap Jenderal Qassem Soleimani, musuh Daesh nomor satu," tambahnya.

Menurut menlu Iran, kawasan yang kuat membutuhkan stabilitas politik di mana semua negara regional harus berlatih untuk menahan diri.

"Kita membutuhkan kerja sama kolektif oleh negara-negara kawasan untuk membangun dialog inklusif dan sebuah jaringan keamanan di kawasan ini. Jika tidak, kita semua akan menyaksikan kekacauan untuk generasi yang akan datang," ujar Zarif.

Di bagian lain pidatonya, menlu Iran menandaskan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah melupakan perang yang dipaksakan selama delapan tahun oleh rezim agresor yang mendapat dukungan finansial dari negara-negara tetangga.

"Jadi, kita dapat memilih untuk tetap menjadi tawanan masa lalu dan mempertahankan instabilitas dan ketegangan. Atau kita semua dapat memilih perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kemakmuran untuk semua," pungkasnya. (RM)

Tags