Okt 21, 2020 11:48 Asia/Jakarta

Salah satu tujuan strategis doktrin militer Iran adalah mempertahankan kesiapan tempur dan meningkatkan kemampuan militer dengan memanfaatkan teknologi canggih.

Sekaitan dengan ini hari Rabu (21/10/2020) digelar manuver udara Velayat-99 melalui kontrol operasi pangkalan anti udara Iran.

Tujuan dari manuver ini adalah meningkatkan kesiapan tempur dan kolaborasi kemampuan angkatan bersenjata Iran dengan melibatkan unit-unit anti udara Iran, unit dirgantara Sepah Pasdaran dan angkatan udara militer. Manuver ini meliputi separuh dari total wilayah Iran.

Komandan manuver anti udara Velayat-99 (Guardians of Velayat Sky-99), Brigjen. Qader Rahimzadeh terkait tujuan dan program manuver ini mengisyaratkan beragam penerbangan pesawat pemburu, pengebom dan nirawak oleh angkatan Udara Iran dan mengingatkan, di manuver ini dijadwalkan untuk pertama kalinya digunakan generasi baru peralatan dan senjata yang sepenuhnya produk dalam negeri.

Penyelenggaraan manuver udara Velayat-99 merupakan indikasi kekuatan militer di tingkat strategis yang memiliki urgensitas di dua bidang:

Pertama, ini menunjukkan kapasitas pertahanan dan defensif dalam menghadapi beragam ancaman dan kemampuan ofensif terhadap segala bentuk pelanggaran potensial.

Sisi kedua adalah seluruh peralatan yang digunakan adalah seratus persen produk dalam negeri dan Iran mampu memenuhi kebutuhan pertahannya tanpa harus bergantung pada pihak asing. Kemampuan ini sejatinya sebuah jawaban keras atas sanksi Amerika Serikat.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di statemennya seraya mengisyaratkan elemen utama kekuatan bangsa Iran menekankan bahwa tujuan dari kebijakan "kekuatan defensif Republik Islam Iran" adalah mencegah halusinasi serangan ke Iran oleh kekuatan arogan internasional.

Rahbar menjelaskan, "Musuh harus menyadari bahwa jika mereka berpikir untuk menyerang Iran, maka akan mendapat respon keras, karena mereka bisa jadi pengobar perang, tapi bukan pihak yang akan menentukan akhir dari ulah mereka tersebut."

Republik Islam Iran saat ini di bidang kedirgantaraan, kekuatan rudal dan kekuatan maritim serta darat memiliki kemampuan yang patut diperhitungkan di konstelasi militer. Kemampuan ini tidak pernah menjadi ancaman bagi keamanan kawasan tapi berbeda seperti yang diklaim pihak asing, kebijakan Iran terhadap keamanan regional adalah menghindari perang dan tensi serta menyeru konvergensi keamanan serta partisipasi internal kawasan untuk menjaga keamanan bersama.

Strategi Iran bagi perdamaian dan keamanan di kawasan sangat jelas. Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menggulirkan prakarsa perdamaian Hormuz kepada seluruh pemimpin negara-negara kawasan Teluk Persia dan mengajak mereka memperkaya ide ini dan bersama-sama menjalankannya.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di bagian pidatonya di sidang virtual Dewan Keamanan PBB yang digelar hari Selasa untuk mengkaji kondisi kawasan Teluk Persia seraya mengkritik Amerika sebagai penjual senjata terbesar ke kawasan Teluk, mengatakan, "Mungkin ada yang mampu membeli senjata paling rumit dengan uang yang dimilikinya, namun realitanya adalah keamanan dan stabilitas bukan sesuatu yang bisa dibeli."

Seraya menjelaskan pandangan Iran terkait keamanan regional, Zarif mengatakan, "Kami membutuhkan kerja sama kolektif negara-negara kawasan untuk menggelar dialog komprehensif serta membentuk jaringan keamanan, jika tidak demikian, kita akan mengalami kerusuhan selama beberapa generasi."

 

Tags

Komentar