Okt 21, 2020 21:54 Asia/Jakarta

Militer Republik Islam Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar manuver udara besar-besaran yang bertujuan meningkatkan kesiapan mereka untuk mempertahankan zona udara negara dari ancaman musuh.

Latihan skala besar dengan nama Modafe'an-e Aseman-e Velayat-99 (Guardians of Velayat Sky-99) dan sandi "Ya Rasulullah" dimulai pada hari Rabu (20/10/2020) di bawah pengawasan para ahli dari Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia.

Komandan Manuver Modafe'an-e Aseman-e Velayat-99 Brigadir Jenderal Qader Rahimzadeh pada hari Selasa mengatakan, latihan ini mencakup lebih dari separuh wilayah negara.

Dia menjelaskan, unit-unit pertahanan udara Angkatan Darat Iran dan Angkatan Udara bersama dengan Angkatan Udara IRGC akan berpartisipasi dalam manuver, yang bertujuan untuk mempromosikan kesiapan tempur dan mengkonsolidasikan kemampuan pertahanan udara Angkatan Bersenjata Iran dalam simulasi kondisi perang nyata.

Brigjen Rahimzadeh menuturkan, berbagai jenis sistem rudal, radar, pengintaian, dan peralatan peperangan elektronik serta sistem komunikasi akan dilibatkan untuk melawan ancaman udara di ketinggian rendah, sedang, dan tinggi.

"Angkatan Udara Republik Islam Iran berencana menerbangkan berbagai jenis pesawat tempur pencegat, pembom, dan kendaraan udara tak berawak selama latihan ini," imbuhnya.

Pasukan yang berpartisipasi, lanjutnya, juga akan menggunakan peralatan dan artileri generasi baru yang sepenuhnya diproduksi di dalam negeri dan mempraktikkan taktik pertahanan udara baru yang diperoleh dengan terus memantau musuh.

Sementara itu, juru bicara latihan gabungan ini, Brigjen Abbas Farajpour mengatakan tujuan utama manuver ini adalah koordinasi dan pengendalian operasi pertahanan udara Angkatan Bersenjata Iran untuk memperkuat pertahanan udara yang terpadu dan efektif dari setiap ancaman.

"Dalam manuver ini, para perwira Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan militer Iran bekerja sama di pusat-pusat komando operasi gabungan regional dan arena pertempuran untuk melawan ancaman udara," tambahnya.

"Kegiatan ini berada di bawah kendali pangkalan pertahanan udara dan diawasi langsung oleh para pakar di Markas Pusat Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya," kata Brigjen Farajpour.

Dia menjelaskan bahwa pesawat pengintai berawak dan tanpa awak milik IRGC dan militer Iran juga akan melakukan misi pengintaian di atas lokasi tempat latihan.

"Semua sistem radar, alat pengintaian, dan peralatan tempur yang dipakai oleh IRGC dan militer sepenuhnya buatan dalam negeri dan diproduksi oleh para pakar muda Iran di industri pertahanan negara," pungkasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat terobosan besar di sektor pertahanannya dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan sistem militer penting.

Iran juga telah melakukan beberapa latihan militer untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Angkatan Bersenjata dan untuk menguji taktik dan peralatan militer modern.

Meski demikian, Iran menegaskan bahwa militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain, sebab, doktrin pertahanannya didasarkan pada pencegahan. (RA)

Tags

Komentar