Nov 02, 2020 19:02 Asia/Jakarta

Angkatan Udara Militer Republik Islam Iran (IRIAF) menggelar manuver skala besar yang sedang berlangsung ke fase utama mereka dengan menggunakan jet-jet tempur buatan dalam negeri dan pesawat tempur yang telah di-overhaul.

Manuver dengan nama Fada'eeyan-e Harim-e Velayat-9 ini dimulai pada hari Senin (2/11/2020) dengan melibatkan tujuh pangkalan udara dan puluhan pesawat berawak dan tanpa berawak (drone).

Hari pertama manuver Angkatan Udara dengan sandi "Ya Sadegh Aali Muhammad (SAW)" ini berpusat di Pangkalan Udara Shahid Babayi Isfahan, Republik Islam Iran tengah.

Juru bicara Manuver Fada'eeyan-e Harim-e Velayat-9 Brigadir Jenderal Farhad Goudarzi mengatakan, bagian pertama dari fase utama latihan dimulai pada hari Senin, dengan melibatkan jet tempur Saeqeh (Petir) buatan dalam negeri dan F-5.

Dia menambahkan, pesawat-pesawat tempur ini sukses menghancurkan titik-titik "vital" target yang ditentukan dengan roket yang produksi dalam negeri.

Menurutnya, F-7 juga dijadikan target yang ditunjuk secara sensitif dengan menggunakan roket yang diproduksi di dalam negeri dan senjata pintar yang memiliki presisi tinggi..

Farhad Goudarzi menjelaskan, pesawat tempur F-14 juga diisi bahan bakar di udara oleh pesawat tanker Boeing-707, dan F-7 melakukan misi di luar wilayah yang ditugaskan untuk operasi pertahanan udara dan menggunakan taktik inovatif

IRIAF terlibat dalam peperangan elektronik, menguji sistem komunikasi canggih dalam platform yang terhubung dengan kabel dan nirkabel yang aman.

Goudarzi menuturkan, sebelum fase utama berlangsung, drone pengintai, termasuk Kaman-14 buatan dalam negeri, memantau jalur serangan dengan kamera buatan dalam negeri, dan mengumpulkan data serta melakukan penyadapan elektronik.

Jubir Manuver Fada'eeyan-e Harim-e Velayat-9 mengatakan bahwa latihan AU Iran ini membawa pesan "stabilitas, persahabatan, dan perdamaian berkelanjutan" untuk negara-negara di kawasan, dan untuk meyakinkan bangsa Iran tentang keamanan negara secara keseluruhan.

"Bagi musuh, bagaimanapun, manuver ini membawa pesan 'kesiapan untuk pertahanan dan respon yang menghancurkan jika musuh melakukan kesalahan perhitungan," pungkas Goudarzi. (RA)

Tags