Nov 10, 2020 16:07 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa tidak penting bagi Iran kandidat mana yang akan memenangkan pemilu presiden Amerika Serikat 2020, namun penghormatan terhadap bangsa Iran adalah sesuatu yang dicari Iran daripada sanksi.

Hal itu disampaikan Rouhani dalam rapat kabinet pada hari Rabu, 4 November 2020 ketika menyinggung pemilu presiden AS.

"Kami tidak peduli kandidat mana yang akan memenangkan pemilihan presiden AS 2020. Pemilu itu juga tidak penting bagi kami. Kebijakan yang diterapkan di pemerintahan berikutnya itu adalah yang penting," ujarnya

Dia menambahkan, apa yang kami inginkan adalah agar AS kembali ke semua perjanjian internasional dan multilateral. Yang kami inginkan, lanjutnya, adalah rasa hormat, bukan sanksi. Situasi kami akan berbeda jika sanksi dicabut dan diganti dengan rasa hormat.

"Jika AS menghormati bangsa Iran, situasinya akan berbeda. Partai dan kandidat dalam pemilihan presiden AS 2020 tidak masalah bagi kami. Mengingat kebijakan dan etika Amerika tidak kembali ke jalur yang benar, kami punya rencana, " ujarnya.

Pemilu presiden AS ke-59 telah berakhir dengan pertarungan sengit antara capres petahana dari Republik Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demoktra Joe Biden.

Trump berupaya keras untuk kembali menduduki kursi kepresidenan AS untuk empat tahun ke depan. Namun, ambisi Trump mendapatkan persaingan ketat dari Biden.

Menurut The New York Times, Sabtu (7/11/2020), Biden yang berpasangan dengan Kamala Harris menang dan terpilih sebagai Presiden AS ke-46, mengalahkan pasangan Trump dan Mike Pence.

Biden memenangkan Pilpres AS 2020 dengan raihan 290 Electoral Votes. Adapun Trump hanya memperoleh 214 suara.

Sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran atas kekerasan dan kekacauan pasca pemilu di seluruh negeri. Sebab, sejak awal Trump menolak untuk berkomitmen transfer kekuasaan secara damai jika Biden memenangkan pemilu. (RA)

Tags