Nov 12, 2020 16:53 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif menyerukan negara-negara tetangga untuk berdialog guna menyelesaikan perbedaan dan membangun masa depan yang lebih baik secara bersama-sama.

"Pesan yang tulus untuk tetangga kami: Trump akan pergi dalam 70 hari. Tapi kami akan tetap di sini selamanya. Bertaruh pada orang luar (asing) untuk memberikan keamanan bukanlah pertaruhan yang baik. Kami mengulurkan tangan kami kepada tetangga kami untuk dialog guna menyelesaikan perbedaan," tulis Zarif dalam tweetnya pada hari Senin (9/11/2020).

Menlu Iran menjelaskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang kalah melawan penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden dalam pemilihan presiden 3 November 2020, 70 hari lagi akan meninggalkan Gedung Putih, namun Iran dan negara-negara tetangganya akan tetap ada selamanya.

Zatif juga menegaskan bahwa penyelesaian sengketa di kawasan hanya bisa diselesaikan melalui dialog. Menurutnya, bertaruh pada pihak asing untuk memastikan keamanan kawasan tidak pernah menjadi pertaruhan yang baik.

Sehari sebelumnya, Menlu Iran men-tweet pesan serupa kepada negara-negara tetangga Iran dengan bahasa Arab.

Zarif mengungkapkan kesiapan Iran untuk bekerja sama dengan negara-negara kawasan guna mencapai kepentingan bersama.

"Dialog adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perbedaan dan ketegangan," tulisnya.

Dia menambahkan, Iran mengundang semua untuk berdialog dan menegaskan bahwa mengandalkan pihak asing tidak akan membawa keamanan tetapi menghancurkan harapan.

Selama empat tahun berkuasa di Gedung Putih, Trump berusaha membentuk koalisi anti-Iran dengan bantuan rezim Zionis Israel dan beberapa sekutu Arabnya, tetapi gagal.

Republik Islam Iran selalu menekankan prinsip dialog dan penghormatan terhadap kedaulatan dan prinsip bertetangga yang baik di kawasan, dan menyatakan minatnya untuk memiliki hubungan yang baik, proporsional dan seimbang dengan semua negara tetangganya. (RA)

Tags