Nov 17, 2020 13:26 Asia/Jakarta
  • Wakil Tetap Iran di PBB Majid Takht-Ravanchi
    Wakil Tetap Iran di PBB Majid Takht-Ravanchi

Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa Dewan Keamanan menghadapi krisis legitimasi dan kredibilitas karena kinerjanya yang buruk, pasif dan dalam beberapa kasus ilegal bahkan ekstra-legal.

Mengkritik struktur Majelis Umum PBB saat ini pada hari Senin (16/11/2020), Wakil Tetap Iran di PBB Majid Takht-Ravanchi dalam pertemuan Majelis Umum PBB dengan tema perbaikan Dewan Keamanan PBB, menambahkan bahwa Dewan Keamanan tidak demokratis karena lemahnya kehadiran negara berkembang dalam keanggotaannya. Demikian dilaporkan IRNA, Selasa (17/11/2020).

Dewan Keamanan PBB

Takht-Ravanchi mencatat bahwa Dewan Keamanan sejauh ini sebagian besar didominasi oleh negara-negara Barat dan disalahgunakan oleh beberapa anggota tetap, sementara tidak pernah mempertanggungjawabkan kinerjanya.

WATAP Iran untuk PBB juga mencatat Dewan Keamanan terlalu tergesa-gesa dan banyak menggunakan wewenangnya berdasarkan Bab VII Piagam PBB, seperti penerapan sanksi, dan menambahkan bahwa Dewan Keamanan harus digunakan hanya sebagai upaya terakhir setelah semua jalur untuk mencari solusi damai atas perselisihan telah dilewati serta efek dan konsekuensinya telah dikaji.

"Sanksi adalah pendekatan yang tidak dipertimbangkan di mana keefektifan dan legitimasi moralnya telah sangat dipertanyakan karena menargetkan kelompok rentan di negara-negara target," tegas Takht-Ravanchi.

Pada akhirnya, Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan perlunya mereformasi metode kerja Dewan Keamanan dan berkata, "Dewan yang direformasi harus sesuai aturan dan bertindak sesuai dengan Piagam dan bertanggung jawab atas tindakan dan keputusannya."

Tags