Nov 24, 2020 20:50 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Selasa (24/11/2020) dalam pertemuan dengan pemimpin tiga lembaga tinggi Iran, dan anggota Dewan Tinggi Koordinasi Ekonomi, menjelaskan sejumlah poin penting, dan strategis di bidang ekonomi nasional.

Ayatullah Khamenei menyinggung strategi, dan usulan pakar ekonomi untuk menyelesaikan masalah ekonomi Iran, dan mengingatkan sanksi sebagai sebuah realitas getir, dan kejahatan Amerika Serikat, dan sekutu Eropanya terhadap bangsa Iran.

Rahbar mengatakan, ada dua cara dalam menghadapi sanksi, menggagalkan, dan mengatasinya, atau mencabutnya. Kita sudah mencoba cara mencabut sanksi, dan selama beberapa tahun kita melakukan perundingan, namun tidak membuahkan hasil.

Rahbar menekankan, Iran harus mengasumsikan tidak akan ada bantuan dari pihak luar. Orang-orang yang sebagian dari mereka berharap pada pihak asing, memusuhi kami, padahal kondisi internal mereka sama sekali tidak jelas, dan permasalahan-permasalahan terbaru tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk berbicara, dan bersikap di arena internasional, dan pernyataan mereka tidak bisa diandalkan.

Meski negara-negara Eropa berusaha menunjukkan diri independen dari pengaruh Amerika dalam mengambil keputusan ekonomi, dan politik, namun mereka selalu mengedepankan standar ganda, dan terus berubah.

Tiga negara Eropa penandatangan JCPOA, pasca keluarnya Amerika dari kesepakatan nuklir ini, di satu sisi untuk melindungi kredibilitasnya, mendukung, tapi dalam praktik, menunjukkan banyak kelemahan dalam implementasi JCPOA.

 

pertemuan Rahbar dengan pemimpin tiga lembaga tinggi negara Iran

 

Di sisi lain, ketiga negara Eropa ini sejalan dengan sikap Amerika, menentukan garis batas bagi kebijakan pertahanan, dan asas kebijakan luar negeri Iran, dan intervensi ini sama sekali tidak akan diterima oleh Tehran.

Sehubungan dengan hal ini, Rahbar menuturkan, sementara mereka melakukan banyak intervensi, dan campur tangan dalam masalah kawasan, namun meminta kami tidak mengintervensi kawasan, dan sementara Inggris dan Prancis memiliki rudal-rudal atom destruktif, dan Jerman juga berada pada jalur yang sama, tapi mereka meminta kami untuk tidak memiliki rudal.

Kenyataannya, Amerika terutama dalam tiga tahun terakhir dengan menambah berat sanksi, berusaha menyasar ekonomi Iran sehingga negara ini menderita dampak serius, dan janji-janji Eropa untuk menurunkan dampak sanksi tidak pernah terealisasi.

Sanksi meski telah menciptakan banyak kesulitan, dan kelangkaan bagi Iran, pada saat yang sama melahirkan sebuah peluang baru. Artinya, Iran mengarahkan kebijakan ekonominya ke arah ekonomi perlawanan untuk menghadapi perang ekonomi Amerika, dan bersandar pada kemampuan dalam negeri.

Lompatan produksi, meski karena wabah Virus Corona tidak terlalu sesuai harapan, namun ia adalah opsi meyakinkan untuk melewati berbagai hambatan ekonomi yang sangat penting. Dengan memperhatikan semua ini, pidato Rahbar hari ini menekankan dua masalah penting,

Pertama, urgensi, dan pentingnya memperhatikan kapasitas ekonomi dalam negeri Iran bersamaan dengan upaya, dan keberanian menghadapi masalah.

Kedua, menyampaikan analisa-analisa yang jelas, dan akurat terkait strategi mengatasi permasalahan di samping menjaga sikap, serta prinsip kuat Iran di bidang-bidang yang menopanng kekuatan negara. (HS)

Tags