Nov 27, 2020 20:23 Asia/Jakarta
  • Kylie Moore-Gilbert
    Kylie Moore-Gilbert

Deputi menlu Iran bidang politik menjelaskan perincian pertukaran agen rezim Zionis Israel dengan tiga warga Iran.

Kylie Moore-Gilbert datang ke Iran pada 21 September 2018 dengan tujuan spionase dan mengumpulkan data intelijen dengan kedok aktivitas penelitian dan riset Islam ditangkap pasukan intelijen Iran.

Agen berkewarganegaraan Australia-Inggris selama proses hukum dan peradilan dijatuhi hukuman penjara 10 tahun karena melakukan kerja sama intelijen dengan Israel dan setelah dua tahun menjalani masa kurungan, akhirnya pemerintah Republik Islam Iran memutuskan menukarnya dengan tiga aktivis ekonomi Iran yang ditangkap dengan dakwaan melanggar sanksi.

 

Kylie Moore-Gilbert

 

Seperti dilaporkan IRNA Jumat (27/11/2020), Sayid Abbas Araqchi yang menghadiri proses pertukaran tiga tahanan warga Iran di Thailand dan agen Australia-Inggris ini mengingatkan, Rabu lalu setelah proses diplomasi dengan Thailand serta Australia yang berlangsung lebih dari satu tahun, tiga warga Iran yang ditahan di Thailand ditukar dengan seorang tahanan warga Australia yang dipenjara di Tehran.

"Pertukaran tahanan ini sangat unik karena ada tiga negara yang terlibat di proses ini dan terjadi interaksi tiga pihak, tiga warga warga Iran ditukar satu warga asing," papar Araqchi.

Seraya menjelaskan bahwa pertukaran ini dilakukan di bandara udara Tehran, Araqchi menjelaskan, pertama-tama ketiga warga Iran dibebaskan dan tiba di Tehran, kemudian tahanan Australia keluar dari Iran.

Pertukaran ini dilakukan menggunakan sebuah pesawat khusus Australia, di mana pertama-tama tahanan Iran dibawa ke Tehran, setelah tiga warga Iran tiba di Tehran dan keselamatannya terjamin, selanjutnya pengiriman tahanan Australia ini dilakukan.(MF)

 

Tags