Des 04, 2020 02:01 Asia/Jakarta
  • Syahid Mohsen Fakhrizadeh.
    Syahid Mohsen Fakhrizadeh.

Presiden Iran Hassan Rouhani, menekankan perlunya kerja sama dan kesepahaman antara Iran dan Turki dalam masalah internasional, dan mengatakan kedua negara dapat berkonsultasi dan bekerja sama untuk mengurangi perpecahan di Dunia Islam.

Dia mengungkapkan hal itu dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (3/12/2020) sore.

“Ada sebuah kebutuhan mendesak untuk memperbaiki perpecahan di Dunia Islam demi mencegah infiltrasi musuh-musuh Islam,” kata Rouhani.

Dia juga menekankan pengembangan hubungan dengan Turki di segala bidang dan perlunya melaksanakan kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan keenam Dewan Tinggi untuk Kerja Sama Strategis dan Komisi Ekonomi Bersama Iran-Turki.

Di bagian lain, Rouhani menganggap pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Syahid Mohsen Fakhrizadeh oleh Zionis sebagai sebuah kejahatan besar dan tidak manusiawi.

“Tidak diragukan lagi, tindakan teroris ini menunjukkan ketidakberdayaan musuh bebuyutan bangsa Iran dalam melawan gerakan ilmiah dan penelitian para ilmuwan kami. Pemerintah Iran berhak untuk melakukan pembalasan atas darah syahid ini pada waktu yang tepat,” tegasnya.

Presiden Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Hassan Rouhani.

Soal pernyataan Presiden terpilih AS Joe Biden tentang kembalinya negara itu ke perjanjian nuklir JCPOA, presiden Iran mengatakan, “Jika pihak lain dalam perjanjian ini memenuhi kewajibannya, kami juga akan memenuhi kewajiban kami.”

Sementara itu, presiden Turki menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah, rakyat Iran, dan keluarga ilmuwan Iran Syahid Fakhrizadeh, serta mengutuk keras tindakan teroris ini.

“Tidak diragukan lagi, tindakan teroris ini bertujuan merusak perdamaian di kawasan,” ujarnya.

“Saya berharap para pelaku kejahatan ini akan diidentifikasi dan diadili secepatnya,” ucap Erdogan.

Berbicara tentang perkembangan baru internasional dan dimulainya era baru pemerintahan AS, Erdogan menuturkan, “Saya berharap mentalitas ancaman dan sanksi akan membuka jalan bagi dialog, kerja sama, dan interaksi dengan negara-negara.”

Dia juga menekankan perlunya untuk memperdalam hubungan Iran-Turki dan mengatakan bahwa dirinya akan menindaklanjuti masalah pelaksanaan kesepakatan-kesepakatan yang dicapai oleh kedua negara. (RM)

Tags