Des 17, 2020 21:44 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengecam pemerintah Amerika Serikat karena menghambat pembelian peralatan medis dan vaksin yang diperlukan untuk melawan pandemi Virus Corona di negaranya.

Rouhani mengatakan dalam rapat kabinet pada Rabu (9/12/2020) bahwa pemerintah AS telah menempatkan hambatan di jalur setiap upaya Iran untuk mengimpor vaksin dan peralatan medis.

"Itu karena mereka telah menciptakan begitu banyak masalah dan mengganggu kami sehingga seluruh negeri harus bekerja selama berminggu-minggu dan terkadang berbulan-bulan untuk memindahkan uang dari satu tempat ke tempat lain untuk membeli obat, sebuah tugas sederhana yang seharusnya dapat diselesaikan melalui telepon, pesan, dan SWIFT," ujarnya.

Dia menambahkan, orang-orang yang berada di pucuk pimpinan Gedung Putih, dan menghabiskan hari-hari terakhir kehidupan politik mereka yang menyedihkan, begitu jahat sehingga mereka bahkan tidak menunjukkan belas kasihan terhadap kesehatan masyarakat, orang tua dan orang cacat di tengah masalah Virus Corona, dan mereka bertindak dengan cara yang paling korup dan paling buas terhadap bangsa-bangsa di kawasan dan negara besar Iran.

Iran telah didera serangkaian sanksi ekonomi yang keras sebagai bagian dari "kampanye tekanan maksimum" pemerintahan Presiden Donald Trump sejak 2018, yaitu pasca penarikan AS dari kesepakatan nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama).

Ketika masa jabatan Trump hampir berakhir, pemerintahannya telah memperketat sanksi yang menindas terhadap Republik Islam Iran, di mana sanksi ini sangat menghambat perjuangan sektor kesehatan Iran untuk melawan pandemi COVID-19.

Rouhani juga mencatat bahwa Iran memiliki tekad untuk membeli vaksin COVID-19 dan memiliki cukup uang untuk tujuan itu, tetapi AS menghalangi upayanya.

"Meskipun kami memiliki uang dan sumber daya yang tersedia untuk kami, kami menemui hambatan karena masalah AS dalam urusan kami dengan setiap negara dan setiap bank, namun ini tidak berarti bahwa orang harus berpikir mereka tidak akan memiliki akses ke vaksin. Kami akan mengatasi masalah ini dengan biaya berapa pun," jelasnya.

Iran, kata dia, akan segera mengimpor vaksin COVID-19, sambil bekerja untuk mempercepat produksi vaksin dalam negeri. (RA)

Tags