Des 23, 2020 11:41 Asia/Jakarta
  • Majid Takht-e Ravanchi
    Majid Takht-e Ravanchi

Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan setiap proposal untuk menegosiasikan ulang JCPOA ditolak oleh Tehran karena bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Wakil Tetap Iran di PBB, Majid Takht-e Ravanchi dalam pertemuan membahas laporan enam bulan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB no.2231 tentang JCPOA hari Selasa (22/12/2020) mengatakan, segala bentuk  proposal untuk merundingkan kembali JCPOA atau menambah klausul baru bertentangan dengan Resolusi 2231 yang ditolak Iran.

Mengenai langkah sepihak dan ilegal Amerika Serikat keluar dari JCPOA dan kampanye komprehensif Washington untuk menekan Iran, Majid Takht-e Ravanchi menjelaskan bahwa Amerika Serikat melanggar kewajibannya terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB no. 2231. 

"Pada awalnya, Iran tidak mengambil tindakan balasan terhadap Amerika Serikat dengan menjalankan kebijakan kesabaran strategis selama satu tahun dan meminta tiga negara Eropa untuk menjalankan komitmennya. Tetapi kesabaran maksimal Iran justru dibalas tekanan maksimum," ujar wakil Iran di PBB.

"Dalam keadaan ini, Iran tidak punya pilihan selain mengambil langkah-langkah kompensasi sesuai dengan Pasal 26 dan 36 JCPOA," tegasnya.

Berdasarkan JCPOA pasal 26 dan 36, Tehran memiliki hak untuk menangguhkan kewajibannya secara keseluruhan atau sebagian, ketika sanksi dijatuhkan terhadap Iran.(PH)

 

Tags