Jan 02, 2021 08:48 Asia/Jakarta

Pagi tanggal 3 Januari adalah peringatan tahun pertama kesyahidan Haj Qassem Soleimani. Poros Muqawama menghormati syahid besar ini dan rezim Zionis juga senang dengan tidak adanya komandan perlawanan ini. Pertanyaan pentingnya adalah jasa dan pelayanan apa yang diberikan Haj Qassem kepada Poros Muqawama, yang membuat marah rezim Zionis?

Jasa Haj Qassem dapat dijelaskan dalam beberapa aspek.

Pertama, Haj Qasem Soleimani merupakan poros kohesi dan integritas perlawanan. Salah satu strategi terpenting Zionisme internasional adalah menciptakan perpecahan dan perbedaan di antara negara-negara Islam dan mencegah persatuan dan kohesi kelompok mengenai poros perlawanan. Kohesi dan persatuan ini menyebabkan, seiring waktu, posisi poros perlawanan menguat dan keseimbangan kekuatan berubah.

Poros Muqawama

Kedua, mitos tentang tak terkalahkannya rezim Zionis secara terbuka dihancurkan pada tahun 2006. Sebelum tahun 2006, rezim Zionis telah memenangkan semua perang dengan negara-negara Arab, tetapi perang selama 33 hari tersebut mengakhiri kekuatan Israel yang tak terkalahkan. Syahid Soleimani telah memainkan peran penting dalam masalah ini.

Peran ini dimainkan dalam bentuk tidak takut pada musuh, memimpin di medan perang dan menanamkan gagasan keyakinan akan kemenangan di antara para pejuang. Hussein al-Khalil, Penasihat Politik Sekretaris Jenderal Hizbullah tentang peran syahid Haj Qassem Soleimani dalam perang 33 hari mengatakan, Haj Qassem mengikuti perang dari dalam medan dan dari dalam Lebanon.

Ketiga, membantu memperkuat daya pencegah Poros Muqawama. Sementara Poros Muqawama tidak dilengkapi dengan baik dalam hal persenjataan sebelum perang 33 hari pada tahun 2006, hal itu secara bertahap berubah. Rudal Muqawama hari ini dapat menyerang titik di mana saja di Palestina Pendudukan.

Dalam hal ini, Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah memuji Haj Qassem atas perannya dalam membantu Muqawama Palestina, dengan mengatakan bahwa ia telah mengusulkan gagasan untuk melatih orang-orang Palestina untuk membuat senjata, dan bahwa perlawanan Palestina kini telah membuat kemajuan dalam pembuatan senjata.

Ini hanyalah beberapa dari jasa dan layanan strategis yang dilakukan Haj Qassem Soleimani di Poros Muqawama. Sebagai hasil dari pelayanan ini, yang tentunya dilakukan dengan bantuan dan dukungan dari komandan dan tokoh perlawanan lainnya seperti Imad Mughniyah, Abu Mahdi al-Mohandis dan lainnya, lamanya perang Poros Muqawama dengan rezim Zionis telah berkurang.

Rezim Zionis belum pernah melancarkan perang apapun melawan Hizbullah di Lebanon sejak perang 33 hari pada tahun 2006 karena menyadari kekuatan pencegah Hizbullah. Perang rezim Zionis dengan Palestina telah dikurangi menjadi dua hari, yang terakhir pada tahun 2019, setelah itu rezim dipaksa untuk menerima gencatan senjata.

Layanan hebat lainnya yang dilakukan Haj Qassem Soleimani untuk Poros Muqawama adalah dalam perang melawan terorisme selama dekade terakhir. Poros Arab-Zionis-Barat menggunakan kelompok teroris untuk menggulingkan rezim Suriah atau menghancurkan integritas teritorialnya, serta untuk mendirikan kekhalifahan ISIS di Irak. Tidak diragukan lagi, kegagalan poros ini dalam mencapai tujuannya adalah hasil dari peran tak tergantikan Haj Qassem Soleimani dalam perang melawan terorisme.

"Para komandan Irak mengatakan bahwa Haj Qassem selalu berada di garis depan perang melawan Takfiri ISIS dan berada di pihak militer Irak dan Suriah," kata Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon.

Sayid Hassan Nasrallah, Sekjen Hizbullah Lebanon

Jasa dan layanan inilah yang membuat marah rezim Zionis dan Amerika Serikat terhadap komandan perlawanan yang hebat, Haj Qassem Soleimani, dan membuat mereka melakukan kejahatan besar dan meneror komandan perlawanan yang hebat ini.

Tags