Jan 07, 2021 19:02 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Hassan Rouhani
    Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran menilai insiden terbaru di Amerika dan serangan ke gedung Kongres negara ini sebuah indikasi kerapuhan demokrasi Barat.

"Transformasi ini mengindikasikan bahwa meski negara-negara Barat memiliki kemajuan sains dan industri, populisme masih tetap ada dan seorang populis selama empat tahun merusak citra dan reputasi negaranya," kata Hassan Rouhani Kamis (7/1/2021) seraya menyinggung insiden kemarin malam di Amerika dan serangan ke gedung Kongres negara ini di Washington.

Lebih lanjut presiden Iran menambahkan, sosok yang tak sehat (Donald Trump) dengan kekuasaannya di AS, telah mempersulit hubungan negara ini dengan seluruh dunia dan memberi pukulan besar kepada negaranya dan juga kawasan Asia Barat, Palestina, Suriah, Yaman dan seluruh kawasan dunia.

"Insiden di Kongres Amerika sebuah pelajaran bagi seluruh dunia dan bagi pemimpin selanjutnya Gedung Putih yang akan mengambil kekuasaan di negara ini dua pekan lagi," tambah Rouhani.

Sidang Kongres Amerika pada Rabu (6/1/2021) terkait pengesahan suara elektoral pilpres terhenti di tengah jalan akibat serangan pendukung Donald Trump ke gedung Kongres.

Seiring dengan bentrokan di sekitar Kongres Amerika, aparat polisi dan keamanan akhirnya turun tangan.

Di bentrokan ini empat orang dilaporkan meninggal dunia. (MF)

 

Tags