Jan 20, 2021 11:16 Asia/Jakarta
  • Mojtaba Zonnour
    Mojtaba Zonnour

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mengatakan, jika sanksi tidak dicabut, seluruh akses Badan Energi Atom Internasional, IAEA ke pusat-pusat nuklir Iran akan diputus.

Mojtaba Zonnour, Selasa (19/1/2021) menuturkan, berdasarkan Undang-undang Langkah Strategis Pembatalan Sanksi, dan untuk melindungi kepentingan bangsa serta kepentingan nasional, jika negara-negara Eropa tidak mematuhi komitmennya untuk mencabut sanksi perbankan dan memulihkan ekspor minyak, maka hingga 21 Februari 2021 seluruh akses IAEA ke instalasi nuklir Iran akan diputus, dan implementasi Protokol tambahan sepenuhnya berhenti.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menambahkan, jika sanksi berlanjut, hubungan Iran dan IAEA beserta seluruh inspekturnya hanya akan sebatas Traktat Non-Proliferasi Nuklir, NPT saja, IAEA tidak akan diberikan akses lebih dari itu, dan seluruh kamera IAEA akan dicopot.

Menurut Zonnour, berdasarkan NPT, menurut ketentuan Protokol tambahan dan JCPOA, ada tiga level pengawasan dalam setiap inspeksi bagi IAEA, level inspeksi pertama berdasarkan NPT, dan ini akan berlanjut, level pengawasan kedua terkait dengan Protokol tambahan yang memberikan akses khusus kepada IAEA, dan level ketiga adalah pengawasan yang lebih tinggi dari Protokol tambahan.

"Dengan diterapkannya UU Langkah Strategis Parlemen, dua level terakhir sepenuhnya dihapus dan tidak ada satupun inspektur IAEA yang boleh masuk ke pusat-pusat nuklir Iran," imbuhnya. (HS)

Tags