Jan 21, 2021 11:55 Asia/Jakarta
  • Majid Takht-e Ravanchi
    Majid Takht-e Ravanchi

Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, era mereka yang bangga akan kebijakan represi maksimum dengan harapan mampu membuat Iran bertekuk lutut telah berakhir.

Hal ini ditulis Majid Takht-e Ravanchi di akun Twitternya Rabu (20/1/2021) saat merespon berakhirnya 4 tahun kepemimpinan Donald Trump dan tim anti Irannya yang melancarkan pendekatan represi maksimum kepada rakyat Iran untuk memaksa bangsa ini menyerah. Demikian dilaporkan IRNA.

Donald Trump

"Realita Iran tidak boleh diabaikan dan seluruh upaya untuk melemahkan negara ini sia-sia," papar Takht-e Ravanchi.

Wakil tetap Iran di PBB ini lebih lanjut mengungkapkan, "Apakah pemerintah baru Amerika akan mengambil pelajaran dari permusuhan, kebodohan dan kegagalannya di masa lalu? Waktu yang akan menilainya."

AS setelah keluar secara ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018, melancarkan kampanye represi total terhadap Iran.

Trump berjanji dengan keluar dari JCPOA dan menerapkan pendekatan represi maksimum akan menyeret Iran ke meja perundingan untuk mencapai apa yang diklaimnya sebagai kesepakatan lebih baik.

Sementara setelah empat tahun berkuasa, Trump ternyata gagal merealisasikan janjinya tersebut.

Trump di pemilu presiden 3 November 2020 meraih 232 suara elektoral, sementara rivalnya Joe Biden mendapat 306 suara elektoral. Dengan demikian ia gagal menjabat periode kedua dan Rabu (20/1/2021) Trump meninggalkan Washington sendirian dan menyerahkan kekuasaan tanpa ada petinggi pemerintahannya yang hadir di acara perpisahannya. (MF)

 

Tags