Jan 27, 2021 11:50 Asia/Jakarta
  • Majid Takht Ravanchi
    Majid Takht Ravanchi

Wakil tetap Iran di PBB menyebut penipuan dan bermain korban (play victim) sebagai unsur asli dalam kebijakan luar negeri rezim Zionis Israel. Menurutnya, Iran berhak membela diri dari semua ancaman Israel.

IRNA melaporkan, Majid Takht Ravanchi, Selasa (26/1/2021) dalam sidang virtual Dewan Keamanan PBB yang membahas masalah Palestina mengingatkan, dalam lima tahun terakhir, Israel melakukan pelanggaran tegas terhadap Resolusi 2231 DK PBB, dan menggunakan semua kesempatan untuk merusak kesepakatan nuklir JCPOA.

Ia menambahkan, Israel menggunakan penipuan dan bermain korban untuk menutupi penindasan dan kejahatannya terhadap rakyat Palestina, serta aksi mengganggu stabilitas kawasan Asia Barat. Maka dari itu DK PBB harus mewaspadai niat buruk dan kebohongan Israel.

Takht Ravanchi menegaskan, kami berhak untuk membela diri dan membalas semua ancaman, termasuk ancaman Wakil Israel hari ini yang melanggar Pasal 2 Piagam PBB, namun DK PBB tetap harus menindak Israel karena ancaman-ancaman semacam ini.

"Meski masalah Palestina menjadi krisis dunia terpanjang, dan sejak berdirinya PBB masalah itu sudah masuk agenda Majelis Umum dan Dewan Keamanan, namun sejak 75 tahun lalu, DK PBB masih belum mampu mengakhiri pendudukan terhadap Palestina. Ia tidak berdaya membela hak asasi jutaan warga tertindas Palestina di dalam maupun di luar negara itu. DK PBB tidak mampu menindak Israel yang tanpa malu, bukan sekali tapi berkali-kali melakukan 4 pelanggaran HAM berat internasional sekaligus, yaitu kejahatan kemanusiaan, genosida, kejahatan perang dan agresi," paparnya. (HS)

Tags