Jan 30, 2021 16:29 Asia/Jakarta
  • Abolfazl Amouei
    Abolfazl Amouei

Juru bicara Komisi Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mengatakan, Republik Islam Iran tidak mengakui peran dan keterlibatan Arab Saudi dalam kesepakatan nuklir JCPOA.

Abolfazl Amouei, Sabtu (30/1/2021) terkait masuknya anggota baru dalam kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif, JCPOA menuturkan, anggota JCPOA sudah ditetapkan dalam Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, oleh karena itu Saudi tidak punya tempat dalam JCPOA.

Menurut Amouei program nuklir Saudi memiliki banyak kerancuan dan ambiguitas. Iran sudah mengumumkan kesiapan untuk membicarakan permasalahan dengan Saudi, dan salah satu masalah utama yang harus dibicarakan dengan Saudi adalah pembelian senjata Riyadh dan agresi militer terhadap rakyat Yaman.

Jubir Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menambahkan, saat ini Iran sedang berusaha menerapkan kebijakan melumpuhkan sanksi, dan pemerintah Tehran sedang menjalankan keputusan Parlemen untuk mencabut sanksi.

"Kinerja negara-negara Eropa dalam kesepakatan nuklir, gagal dan tidak membuahkan hasil, Eropa tidak menjalankan komitmennya, oleh karena itu tuntutan pelaksanaan komitmen Eropa tersedia di atas meja, dan kami akan meminta penjelasan dari mereka," paparnya.

Sehubungan dengan klaim terbaru Presiden Prancis soal JCPOA, Amouei menjelaskan, klaim pejabat Prancis yang mengatakan bahwa Iran yang terlebih dahulu harus kembali ke JCPOA, tidak sesuai dengan kenyataan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam wawancara dengan wartawan di Paris mendesak keterlibatan negara-negara kawasan termasuk Saudi dalam perundingan nuklir potensial dengan Iran. (HS)

Tags