Feb 10, 2021 18:30 Asia/Jakarta
  • Sayid Ebrahim Raeisi (kiri) dan Mustafa al-Kadhimi.
    Sayid Ebrahim Raeisi (kiri) dan Mustafa al-Kadhimi.

Ketua Mahkamah Agung Iran, Sayid Ebrahim Raeisi menyambut keputusan pemerintah Irak untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dari negara itu.

Hal itu disampaikan Raeisi dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi di Baghdad, Selasa (9/2/2021) malam, seperti dilansir kantor berita IRNA.

Dia juga mengapresiasi sikap pemerintah Irak terhadap sanksi kejam Amerika Serikat dan mengatakan sanksi tidak pernah menghentikan bangsa Iran.

Raeisi lebih lanjut menuturkan Pemimpin Besar Revolusi Islam setuju untuk mengampuni sejumlah narapidana Irak, dan berharap Baghdad juga akan membebaskan warga Iran yang dipenjara atas tuduhan masuk secara ilegal ke negara tersebut.

"Republik Islam menekankan kerja sama yudisial dengan Irak terkait perjalanan warga dari kedua negara serta peningkatan dan kemudahan hubungan perdagangan," tambahnya.

Mengenai kasus pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, Raeisi menegaskan Amerika dengan aksinya itu telah melanggar kedaulatan dan undang-undang Irak, dan kasus ini harus diselesaikan secepatnya melalui kerja sama Tehran-Baghdad.

Sementara itu, Mustafa al-Kadhimi mengucapkan selamat atas perayaan kemenangan Revolusi Islam Iran ke-42 dan mengatakan bahwa revolusi telah membawa pengaruh besar bagi masyarakat Muslim dan non-Muslim di kawasan.

Dia menggarisbawahi bahwa keputusan untuk mengusir pasukan AS merupakan keputusan yang sepenuhnya diadopsi oleh pemerintah Irak.

"Kasus pembunuhan Syahid Soleimani dan Abu Mahdi sedang ditindaklanjuti dan beberapa putusan hukum telah dikeluarkan dalam kasus tersebut," pungkasnya. (RM)

Tags