Feb 13, 2021 10:10 Asia/Jakarta
  • Iran Aktualita, 13 Februari 2021

Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai perayaan hari ulang tahun ke-42 kemenangan Revolusi Islam Iran.

Selain itu, pertemuan Presiden Iran dengan para dubes asing menyambut  HUT ke-42 Revolusi Islam, pernyataan menlu Iran bahwa Revolusi Islam tetap tegar berdiri meski disanksi, statemen Ketua MA Iran bahwa dunia Islam membutuhkan persatuan dan solidaritas, pasukan angkatan darat IRGC menggelar latihan militer, Iran memulai produksi logam uranium dan dimulainya vaksinasi Covid-19 di negara ini.

 

 

Iran Rayakan Ulang Tahun ke-42 Kemenangan Revolusi Islam

Revolusi Islam Iran mencapai kemenangannya pada tanggal 22 Bahman 1357 Hijriah Syamsiah atau Februari 1979.

Hari Rabu, 22 Bahman 1399 HS, rakyat Iran dari seluruh penjuru negeri dan di negara lain akan merayakan Kemenangan Revolusi Islam ke-42. Kegiatan perayaan kemenangan Revolusi Islam akan digelar dengan cara yang berbeda untuk menghindari kerumunan massa di tengah pandemi Corona.

Aksi turun ke jalan-jalan akan digantikan dengan pawai kendaraan dan juga perayaan secara virtual di dunia maya. Panitia telah menetapkan rute khusus untuk pawai kendaraan di kota Tehran dan kota-kota lain di seluruh Iran.

 

 

Rahbar Bertemu Jajaran Personel AU Iran

Staf komandan, pilot dan personel Angkatan Udara Militer Iran, hari Minggu (7/2/2021) bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Kantor Pelestarian Karya Ayatullah Khamenei melaporkan, bertepatan dengan peringatan ikrar kesetiaan (baiat) bersejarah jajaran komandan AU Iran kepada Imam Khomeini pada 19 Bahman 1357 Hijriah Syamsiah (8 Februari 1979), staf komandan, pilot dan personel AU Militer Iran hari ini, Minggu (7/2/2021) bertemu dengan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, Ayatullah Khamenei. 

 

 

Sambut HUT ke-42 Revolusi Islam, Rouhani Bertemu Para Dubes Asing

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, alasan Republik Islam mengurangi komitmen nuklirnya secara bertahap karena Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA dan negara-negara Eropa juga tidak memenuhi kewajibannya.

Hal itu disampaikan Rouhani pada hari Selasa (9/2/2021) di hadapan para duta besar negara asing di Tehran bertepatan dengan hari ulang tahun Revolusi Islam Iran ke-42.

Dia menuturkan Iran dalam 42 tahun terakhir telah menyuarakan perdamaian, stabilitas, dan dialog untuk mencapai persahabatan dengan negara-negara lain.

Iran, kata Rouhani, telah menang dalam dua perang yaitu perang yang dipaksakan oleh rezim Saddam dan perang ekonomi Amerika.

“Tahun 2020 adalah masa yang sulit bagi setiap negara, tetapi lebih sulit bagi Iran karena semua negara bebas menggunakan uangnya untuk membeli peralatan medis, makanan, dan obat-obatan serta vaksin, kecuali Iran karena sumber keuangannya diblokir oleh sanksi ilegal dan tekanan AS,” ujarnya.

Menurut presiden Iran, pandemi Covid-19 merupakan sebuah ujian untuk kemanusiaan dan kerja sama bagi dunia, di mana pemerintahan Donald Trump telah gagal dan pemerintahan baru AS juga belum melakukan apapun yang istimewa.

Berbicara tentang kesepakatan nuklir JCPOA, Rouhani menandaskan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam 15 laporannya mengkonfirmasi bahwa Iran setia pada komitmennya.

“Tetapi AS menarik diri dari JCPOA dan negara lain anggota kesepakatan tersebut juga gagal memenuhi komitmen mereka. Setahun kemudian Iran mulai mengurangi komitmennya selangkah demi selangkah,” tambahnya.

Mengacu pada situasi di wilayah Asia Barat, Rouhani mengatakan kawasan ini harus damai dan stabil. Setiap kali sebuah negara yang diserang oleh teroris meminta bantuan, Iran membantu mereka; Irak, Suriah, Afghanistan, dan Lebanon adalah buktinya.

“Siapa yang telah menghabiskan miliaran dolar untuk intervensi di kawasan ini? Mengapa mereka memberikan dukungan dana dan senjata kepada teroris? Mengapa AS dan Eropa menyediakan senjata untuk negara yang menyerang Yaman?” ucap Presiden Rouhani.

Dia menegaskan bahwa persoalan regional harus diselesaikan oleh negara-negara di kawasan.

 

Menlu Iran

 

Zarif: Meski Dijegal AS, Revolusi Islam Tegar Berdiri

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, Revolusi Islam Iran saat ini memasuki usia 42 tahun dan tetap tegar berdiri menempuh jalannya, meski menghadapi berbagai rintangan, terutama dari AS.

Menlu Iran dalam cuitan di Twitternya hari Rabu (10/2/2021) menulis, "Tujuh presiden AS silih berganti datang dan pergi dengan mengusung mitos meruntuhkan Iran atau memaksanya menyerah,".

"Tapi faktanya Iran tetap berdiri tegar, dan saat ini memasuki usia 42 tahun dengan tetap kuat," ujar Zarif.

Hari Rabu, 10 Februari 2021, yang bertepatan dengan 22 Bahman 1399 Hs diperingati sebagai hari ulang tahun ke-42 kemenangan Revolusi Islam Iran.

Revolusi Islam meraih kemenangan pada tanggal 11 Februari 1979 di bawah kepemimpinan Imam Khomeini.


 

Ketua MA Iran

 

Ketua MA Iran: Dunia Islam Butuhkan Persatuan dan Solidaritas

Ketua Mahkamah Agung Iran, Sayid Ebrahim Raeisi memandang persatuan dan solidaritas antarsesama negara Muslim sebagai kebutuhan terpenting dunia Islam saat ini.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Mahkamah Agung Iran dalam pertemuan dengan sejumlah ulama Sunni dan Syiah, tokoh politik serta pemimpin masyarakat Irak hari Rabu (10/2/2021).

"Saat ini musuh sedang berusaha untuk menyebarkan perselisihan di dunia Islam. Oleh karena itu Republik Islam menekankan strategi persatuan dan solidaritas umat Islam, dan setiap orang harus bergerak untuk merealisasikan strategi ini," tegasnya.

Ketua Mahkamah Agung Iran bersama rombongan pejabat Iran tiba di Baghdad pada Senin malam untuk kunjungan tiga hari atas undangan resmi Faiq Zidan, Ketua Dewan Peradilan Tinggi Irak.

 

 

Pasukan AD IRGC Gelar Latihan Militer

Pasukan Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memulai latihan Payambar-e Azam ke-16 di wilayah barat daya Iran pada Kamis  yang berakhir hari Jumat (12/2/2021).

Latihan militer ini untuk mengevaluasi peralatan baru dan mengukur kemampuan operasional alat utama sistem persenjataan baru. Kegiatan ini melibatkan berbagai satuan yaitu unit drone, pasukan terjun payung, unit lapis baja, infanteri, pasukan khusus, dan unit artileri.

Komandan Angkatan Darat IRGC, Mohammad Pakpour mengatakan pasukan kami memiliki tanggung jawab yang besar di barat laut, barat, tenggara dan timur Iran, dan kami sepenuhnya siap untuk menghadapi segala potensi ancaman.

 

 

 

IAEA: Iran Mulai Produksi Logam Uranium

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam sebuah pernyataan terbarunya mengungkapkan bahwa Iran telah mulai memproduksi logam uranium di instalasi nuklir Isfahan.

Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memberikan pengarahan kepada anggota IAEA tentang perkembangan terkini dalam produksi uranium Iran sebagai bagian dari kegiatan untuk memproduksi bahan bakar yang dibutuhkan reaktor riset Tehran.

Grossi juga mengumumkan bahwa IAEA menyetujui produksi 3,6 gram logam uranium di pabrik produksi plat bahan bakar nuklir (FPFP) di Isfahan pada 8 Februari 2021.

Kazem Gharibabadi, Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk Organisasi Internasional di Wina hari Rabu (10/2/2021) mengungkapkan bahwa kegiatan penelitian dan pengembangan nuklir telah dimulai dengan merancang bahan bakar yang ditingkatkan untuk reaktor penelitian Tehran.

"Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap dan tahap pertama, produksi logam uranium menggunakan uranium alam," tegasnya.

Menurutnya, tindakan ini secara teknis akan menempatkan Iran termasuk jajaran negara terkemuka dunia dalam produksi bahan bakar baru.

Diplomat senior Iran ini juga menjelaskan bahwa semua langkah ini telah diberitahukan ke IAEA dan inspekturnya juga telah mengunjungi pabrik plat bahan bakar tiga hari lalu.

Republik Islam Iran melanjutkan beberapa kegiatan program nuklirnya setelah Amerika Serikat mengumumkan keluar dari JCPOA dan menjalankan kembali sanksi nuklir terhadap Iran.

 

 

 

Iran Mulai Vaksinasi Covid-19

Republik Islam Iran memulai vaksinasi Covid-19 dengan memprioritaskan petugas medis negaranya.

Tahap pertama vaksinasi Covid-19 di Iran pada Selasa (9/2/2021) dengan penggunaan vaksin Sputnik V dari Rusia atas perintah Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani.

Kianoush Jahanpour, Juru Bicara Direktorat Obat dan Makanan Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran mengatakan vaksinasi Covid-19 akan dimulai dengan seribu orang sehari dan kemudian meningkat secara eksponensial untuk mencapai jumlah maksimum.

Pada tahap pertama, vaksin diberikan kepada mereka yang dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes PCR, tetapi secara umum tidak ada larangan menyuntikkan vaksin kepada orang yang sudah terinfeksi.

Pengiriman pertama vaksin Sputnik V ke Iran dilakukan pada Kamis pekan lalu.

Vaksin Sputnik V telah digunakan di lebih dari 16 negara, termasuk Iran.(PH)

 

 

Tags