Feb 17, 2021 13:33 Asia/Jakarta
  • Majid Takht-Ravanchi
    Majid Takht-Ravanchi

Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seraya menekankan bahwa tidak ada perubahan di strategi nuklir Tehran mengatakan, Iran sebagai anggota Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) harus dapat memanfaatkan teknologi nuklir damai.

Seperti dilaporkan IRNA Selasa (16/2/2021), Majid Takht-Ravanchi saat diwawancarai Televisi Euro News terkait ultimatum Iran untuk menghentikan protokol tambahan yang sebelumnya dilaksanakan Tehran secara sukarela menjelaskan, berbagai laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menunjukkan kerjasama penuh Iran dengan lembaga ini.

Seraya menjelaskan bahwa AS harus kembali menjalankan komitmennya di JCPOA dan mencabut sanksinya, Takht-Ravanchi mengungkapkan, sanksi yang diratifikasi di era Donald Trump dengan berbagai alasan dan juga berbagai sanksi di era Trump, harus dicabut maka saat itu jelas apa yang harus dilakukan Washington.

Wakil tetap Iran di PBB ini seraya menegaskan bahwa AS harus mengambil keputusan, mengingatkan, Amerika saat ini juga telah melanggar resolusi 2231 dan JCPOA. Yakni kebijakan di era Trump sampai saat ini masih mereka lanjutkan dan kami tidak menyaksikan adanya perubahan.

Majid Takht-Ravanchi seraya mengingatkan penurunan komitmen Iran di JCPOA yang diambil sesuai dengan pasal 36 kesepakatan ini, menambahkan, berdasarkan pasal 36 ketika salah satu anggota JCPOA secara terang-terangan malakukan pelanggaran, maka Iran diberi wewenang untuk membatalkan seluruh atau sebagian komitmennya, namun kami memilih opsi kedua.

Wakil tetap Iran di PBB juga menegaskan bahwa Tehran masih tetap mempertahankan JCPOA. "Republik Islam Iran tidak keluar dari JCPOA di mana saat ini ingin kembali ke perjanjian ini; pihak yang keluar dari kesepakatan ini harus membuktikan dirinya telah berubah," tegas Takht-Ravanchi. (MF)

 

Tags