Feb 18, 2021 11:28 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani dan Angela Merkel
    Hassan Rouhani dan Angela Merkel

Presiden Iran memprotes kinerja Eropa dalam menjalankan komitmen perjanjian nuklir JCPOA pasca penarikan diri Amerika Serikat. Menurutnya, jika kita benar-benar ingin mempertahankan JCPOA, dan tujuan-tujuannya, maka kita harus menyaksikan kinerjanya secara nyata dalam kerangka struktur yang sudah disusun, dan Eropa membuktikan komitmen dalam aksi nyata.

Hassan Rouhani, Rabu (17/2/2021) petang dalam pembicaraan telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, menekankan, tidak mungkin untuk memasukkan masalah-masalah baru dalam JCPOA.

Ia menuturkan, JCPOA sebagai sebuah dokumen yang disahkan Dewan Keamanan PBB, dan merupakan hasil kerja keras panjang Iran bersama 6 negara besar dunia, adalah sebuah kerangka yang jelas dan tidak bisa berubah.

Presiden Iran menegaskan, berlanjutnya perjanjian nuklir JCPOA bersamaan dengan berlanjutnya sanksi dan pelanggaran komitmen sebagian pihak, tidak sah dan tidak bisa diterima.

Menurut Rouhani, satu-satunya jalan untuk mempertahankan JCPOA adalah pencabutan sanksi anti-kemanusiaan dan melanggar hukum yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran, dan kembalinya Washington ke perjanjian nuklir.

"Jika sanksi dicabut, kami akan menjalankan komitmen dalam kerangka JCPOA secara penuh," ujarnya.

Dalam pembicaraan telepon itu, Kanselir Jerman Angela Merkel menekankan pentingnya upaya mempertahankan JCPOA sebagai sebuah kesepakatan internasional, dan penyelesaian perbedaan pendapat melalui dialog serta penguatan hubungan dan kerja sama seluruh negara demi menjaga keamanan dan stabilitas regional. (HS)

Tags