Feb 28, 2021 21:42 Asia/Jakarta
  • Kompleks Makam Imam Ridha as di Mashhad, Iran.
    Kompleks Makam Imam Ridha as di Mashhad, Iran.

Pengelola Kompleks Makam Imam Ridha as telah memberlakukan protokol kesehatan sejak menyebarnya Virus Corona, Covid-19 di Republik Islam Iran.

Para peziarah diatur sedemikian rupa agar bisa menjaga jarak dan mentaati protokol kesehatan. Buku-buku doa dan ziarah serta Kitab Suci al-Quran juga disimpan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pengelola kompleks juga membagikan masker gratis dan menyemprotkan disinfektan ke para peziarah.  

Imam Ali bin Musa as adalah cicit Rasulullah Saw yang dimakamkan di Mashhad, timur laut Republik Islam Iran.

Imam Ridha as lahir pada tahun 148 Hijriah di kota Madinah. Beliau menjadi imam setelah ayahnya Imam Musa Kazhim as gugur syahid.

Imam Ali bin Musa as dipanggil Ridha karena sikap rela dan gembira menerima apa yang dikaruniakan kepadanya.

Makmun, Khalifah Bani Abbas pada tahun 200 Hijriah memerintahkan Imam Ridha as untuk pergi ke Marv, yang terletak di tenggara Turkmenistan sekarang, yang dulunya merupakan bagian dari Khorasan Besar.

Meskipun Makmun melantik Imam Ridha as menjadi penggantinya, tetapi sebenarnya hal itu dengan berniat untuk memperkokohkan pemerintahannya. Dalam kondisi ini, Imam terpaksa menerimanya.

Kedudukan tinggi ilmu dan spiritual Imam Ridha as dan pengaruhnya yang semakin berkembang dalam opini umum secara berangsur-angsur menyebabkan Makmun menjadi takut. Akhirnya Makmun meracuni Imam Ridha as.

Di antara kata-kata hikmah yang dapat dipetik dari kata-kata beliau adalah "Hamba Allah terbaik adalah mereka yang merasa senang setiap kali berbuat baik dan segera meminta ampunan setiap kali berbuat salah. Mereka akan bersyukur atas setiap nikmat yang dianugerahkan kepadanya, dan ketika dililit masalah, mereka tetap bersabar dan tidak murka." (RA)

 

Tags