Mar 01, 2021 23:39 Asia/Jakarta
  • Kelompok 4+1 di JCPOA
    Kelompok 4+1 di JCPOA

Republik Islam Iran menilai tidak tepat waktu penyelenggaraan sidang tak resmi JCPOA usulan Koordinator JCPOA, Josep Borrell.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Saeed Khatibzadeh menyebut alasan Iran adalah sikap dan langkah terbaru Amerika Serikat dan troika Eropa.

Khatibzadeh saat menyatakan sikap ini Ahad (29/2/2021) malam menyinggung tidak ada perubahan di perilaku dan sikap Amerika Serikat. Ia menambahkan pemerintah Joe Biden bukan saja tidak meninggalkan kebijakan gagal represi maksimum Donald Trump, bahkan tidak pula mengumumkan komitmennya untuk melaksanakan kewajibannya di JCPOA dan resolusi 2231.

Jubir Kemenlu Iran Saeed Khatibzadeh

"Implementasi komitmen seluruh pihak di JCPOA bukan masalah negosiasi dan memberi atau menerima; karena hal inu telah dilakukan selama lima tahun lalu," papar Khatibzadeh.

Langkah Iran menghentikan langkah sukarela di JCPOA diambil untuk melaksanakan keputusan parlemen terkait pencabutan sanksi dan melindungi kepentingan bangsa Iran demi merealisasikan hak Republik Islam Iran yang dicantumkan di Paragraf 26 dan 36 JCPOA serta mengingat pihak seberang tidak patuh terhadap komitmennya mencabut sanksi ilegal. Oleh karena itu, mempertahankan JCPOA tidak membutuhkan kesepakatan baru dan kembali ke kesepakatan ini tidak membutuhkan sebuah protokol, kesepahaman, kesepakatan atau dokumen di Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Republik Islam Iran melaksanakan komitmennya sesuai dengan JCPOA dan satu tahun setelah pemerintah Eropa gagal menjalankan komitmennya melindungi kepentingan Iran di kesepakatan nuklir; Tehran secara bertahap menurunkan komitmennya sehingga tercapai keseimbangan antara kewajiban dan hak. Iran terhitung 23 Februari juga menghentikan pelaksanaan Protokol Tambahan secara sukarela dalam koridor Undang-Undang Langkah Strategis Pencabutan Sanksi dan Melindungi Hak Bangsa Iran.

Jelas bahwa jalan ke depan sangat jelas dan jalan paling sederhana untuk menghidupkan JCPOA adalah kembali ke komitmen yang belum dilaksanakan. Amerika Serikat harus mencabut sanksi ilegal dan sepihaknya serta kembali ke komitmen JCPOAnya. Perubahan ini tidak membutuhkan negosiasi dan juga tidak membutuhkan perilisan resolusi di Dewan Keamanan PBB.

Wakil tetap Republik Islam Iran di PBB, Majid Takht-Ravanchi saat diwawancarai Televisi Aljazeera mengisyaratkan bahwa negosiasi harus memiliki agenda dan program, serta jelas dari awal hingga akhir.

Ia mengatakan, "Kita memiliki Kelompok 4+1 dan berdasarkan kelompok ini, kita memiliki berbagai pertemuan. Jika AS ingin bergabung dengan kelompok ini, maka Washington harus melaksanakan komitmennya, sanksi terhadap Iran dan seluruh sanksi yang diterapkan selama lima tahun lalu juga harus dicabut; jika demikian maka Iran juga akan kembali melaksanakan secara penuh komitmennya."

Pendekatan Republik Islam Iran adalah interaksi dan kerja sama timbal balik. Oleh karena itu,, Iran akan tetap melanjutkan lobi dekatnya dengan negara-negara anggota JCPOA saat ini dan juga dengan Josep Borrell, sebagai koordinator JCPOA, baik dalam bentuk bilateral maupun multilateral; namun ini saja masih belum cukup. Statemen jubir Kemenlu Iran di bidang ini sangat jelas.

Selama pelanggaran JCPOA oleh pihak seberang berlanjut, dan tidak ada perubahan sikap Eropa dan Amerika Serikat, maka implementasi JCPOA secara sepihak tidak ada artinya; karena dasar JCPOA adalah komitmen dua arah. Seraya menekankan poin ini, Khatibzadeh menjelaskan, "Republik Islam Iran akan kembali menjalankan komitmen JCPOAnya ketika sanksi dicabut, juga akan membalas langkah dan perilaku permusuhan sesuai dengan pencabutan sanksi." (MF)

 

Tags