Mar 04, 2021 16:15 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Hassan Rouhani.
    Presiden Iran Hassan Rouhani.

Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan tiga negara Eropa (Inggris, Prancis, dan Jerman) perlu mengetahui bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bukanlah ajang permainan politik.

Hal itu disampaikan Rouhani di Tehran, Kamis (4/3/2021) mengacu pada rencana tiga negara Eropa untuk meloloskan sanksi anti-Iran di Dewan Gubernur IAEA, seperti dilansir kantor berita IRIB.

"Para pejabat IAEA tahu bahwa kami bekerja sama dengan baik selama ini," ujarnya pada acara peresmian sejumlah proyek nasional yang dilakukan secara virtual.

Rouhani mencatat sejumlah laporan IAEA juga mengonfirmasi sikap kooperatif Iran. "Negara-negara Eropa mengaku bersahabat, tetapi mereka sedang berusaha meloloskan sebuah resolusi di Dewan Gubernur IAEA," sambungnya.

Rouhani menambahkan tiga negara Eropa tersebut dan IAEA tidak boleh merusak hubungan.

"Pekerjaan IAEA bersifat teknis dan kami mencapai kesepakatan yang sangat baik dengan mereka dalam beberapa pekan terakhir, jadi biarkan kesepakatan itu berlanjut," imbuhnya.

Kepada para pejabat Amerika Serikat (AS), Presiden Iran menegaskan, "Kami melawan pelanggaran dan tindakan terorisme yang dilakukan pemerintah AS selama tiga tahun penuh. Mereka bahkan tidak tidak memenuhi kewajiban kemanusiannya di saat pandemi Corona."

"Pemerintahan sebelumnya AS seharusnya malu kepada masyarakat dunia dan Iran," ujarnya.

Dia menandaskan AS pertama-tama harus memberikan kompensasi kepada Iran agar bisa kembali ke kesepakatan nuklir JCPOA, karena telah menyebabkan kerugian langsung lebih dari 200 miliar dolar.

"Jika ada pekerjaan yang tertunda, maka AS harus bertanggung jawab. Iran telah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi semua kewajiban tanpa kecuali jika sanksi dicabut," pungkasnya. (RM)

Tags